Bahlil Restui Mohammad Saleh Pimpin Golkar Jateng
Mohammad Saleh (membawa bendera) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Tengah. (Dok.Golkar Jateng)
Semarang, MBGToday.com – Mohammad Saleh sukses tampil sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Tengah periode 2025-2030.
Dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Jateng, di Semarang, Sabtu (3/5), Saleh yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jateng itu, terpilih secara aklamasi. Saleh menggantikan ketua lama, Panggah Susanto.
“Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah atas amanah yang diberikan kepada saya sebagai Ketua terpilih DPD I Golkar Jateng periode 2025-2030. Semoga saya bisa menjalankan amanah ini dengan baik dan lancar,” ungkap Saleh.
Dia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh semua ketua DPD II Golkar kabupaten/Kota, semua ketua ormas pendiri dan didirikan, serta sayap Partai Golkar.
“Selain itu juga kepada dewan pertimbangan dan DPP Partai Golkar. Khususnyanya buat Pak Ketua Umum, Pak Bahlil Lahadalia, saya terima kasih sekali atas kepercayaan yang diberikan kepada saya,” sebutnya.
Dalam kepengurusan yang baru nanti, Mohammad Saleh menginginkan adanya regenerasi.
“Dengan banyak melibatkan banyak generasi muda di kepengurusan, saya ingin jiwa muda ini memberikan semangat baru bagi Partai Golkar,” bebernya.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang membuka Musda DPD Golkar Jateng, Jumat (2/5) mengatakan,Jawa Tengah merupakan lokasi pertama yang dipilih untuk menggelar musda karena merupakan daerah yang strategis dalam berbagai langkah politik.
Bahkan, kata dia, Jateng menjadi salah satu tolok ukur dalam strategi pemenangan partai agar bisa menang di daerah-daerah yang lainnya.
“Saya yakin ke depan Jawa Tengah akan menjadi lumbung suara bagi semua partai. Bagi semua partai. Lebih khusus lagi adalah Partai Golkar,” jelasnya.
Bahlil juga berharap pelaksanaan musda Golkar di Jateng bisa menjadi percontohan bagi pengurus Golkar di provinsi-provinsi yang lain ke depan.
Bahlil sendiri sebelumnya juga memberikan sinyal pemilihan ketua akan berlangsung secara aklamasi. Namun kata Bahlil, aklamasi juga bagian dari demokrasi. “Musda ini kan demokrasi , demokrasi bisa kompetisi atau aklamasi,” tandasnya.

