Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kawasan 3 T


Tarakan, MBGtoday.com, Pemerintah terus berupaya memastikan sekolah-sekolah di kawasan 3T tidak tertinggal dalam memperoleh fasilitas pendidikan yang bermutu, baik sekolah negeri ataupun sekolah swasta. 

Belum lama ini, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, berkunjung ke Sekolah Indo Tionghoa Tarakan.

Fajar menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya berfokus pada sekolah negeri di wilayah perkotaan, tetapi juga menyasar sekolah swasta yang berada di daerah terluar Indonesia. 
Sekolah Indo Tionghoa merupakan sekolah inklusi yang terdiri dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
 
Wamen Fajar menyampaikan bahwa pemerintah ingin seluruh sekolah mengalami perubahan nyata dalam peningkatan fasilitas dan proses pembelajaran. 

“Insyaallah pada pertengahan desember revitalisasi toilet di sekolah ini dapat dituntaskan. Tambahan bangunan ini penting untuk memastikan kesehatan dan kenyamanan anak-anak kita di sekolah,” ujarnya. 

Ia juga menyoroti penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) yang dimanfaatkan guru PAUD Sekolah Indo Tionghoa ketika melakukan pembelajaran di kelas. Wamen Fajar menyaksikan langsung antusiasme murid PAUD ketika belajar menggunakan perangkat digital yang mulai diterima pada 17 Oktober 2025 tersebut. 

“Tadi kami berdialog dengan guru dan anak-anak. Respons mereka sangat jelas: mereka senang. Interaksi berjalan lebih hidup sehingga pembelajaran menjadi lebih menggembirakan,” ungkapnya. 
 
Dalam kunjungan ke kelas 5 SD Indo Tionghoa, Wamen Fajar turut melihat pelaksanaan pembiasaan program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, salah satunya senam. Ketika Wamen Fajar bertanya apa saja manfaat senam, dengan semangat para siswa bergantian menjawab bahwa kegiatan itu membuat mereka lebih semangat dan lebih siap belajar. 

“Ini yang kita harapkan, kebiasaan baik yang mendukung suasana belajar yang menyenangkan,” tambah Wamen Fajar.
 
Kepala Sekolah SD Indo Tionghoa, Hary Bangkit Subagyo, menyampaikan bahwa sekolahnya mendapatkan bantuan revitalisasi berupa penambahan dua toilet baru yang progres pembangunannya sudah lebih dari 50%. 

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya, sekolahnya sudah memiliki beberapa unit toilet, namun jumlahnya belum memadai untuk menampung kebutuhan seluruh siswa. 

“Kami merasa sangat terbantu dan bersyukur karena menerima tambahan unit toilet baru terutama untuk yang dapat diakses oleh siswa disabilitas yang sebelumnya belum tersedia,” jelas Bangkit.
 
Bangkit juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dan berharap keberlanjutan program revitalisasi serta digitalisasi pembelajaran. 

“Kami bersyukur atas bantuan revitalisasi dan IFP dari kementerian yang kini digunakan baik di PAUD, SD, maupun SMP. Kami berharap dukungan dari kementerian dan Bapak Presiden Republik Indonesia, Pak Prabowo, dapat terus memotivasi kami mengembangkan dunia pendidikan agar lebih maju dan sukses,” tambahnya.