Pemulihan Jaringan Komunikasi Tergantung Pasokan Listrik


Deli Serdang, MBGtoday.com, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan upaya pemulihan penanganan bencana di Aceh dan Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat difokuskan pada kebutuhan paling mendasar warga.

Meutya mengatakan progres pemulihan jaringan di wilayah terdampak telah melampaui 95%.

"Kemkomdigi terus mengawal pemulihan konektivitas untuk memastikan warga tetap mendapatkan informasi darurat, layanan publik berjalan, dan komunikasi keluarga tidak terputus," ungkap Meutya.

Namun di beberapa titik seperti Benar Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues, jaringan masih bergantung pada pasokan listrik dan berada pada kisaran 60 hingga 80%.

“Pemulihan jaringan tergantung ketersediaan pasokan listrik. Kami terus memantau titik-titik tersebut untuk mempercepat pemulihannya,” jelas Meutya.

Meutya menegaskan, Air bersih mulai tersedia dan komunikasi kembali tersambung bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang. Setelah sempat kesulitan memenuhi kebutuhan harian, warga kini bisa kembali minum, memasak, beribadah, dan menghubungi keluarga.

“Kami berangkatkan bantuan air bersih dan kebutuhan harian warga dari Kemkomdigi dan mitra. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi keluarga dan saudara-saudari kita yang ada di wilayah terdampak, khususnya di Aceh Tamiang,” ujar Meutya saat pelepasan bantuan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Minggu (28/12).

Selain air bersih, warga juga menerima bantuan obat-obatan, pakaian, perlengkapan ibadah, tenda dengan fasilitas MCK, serta kebutuhan dasar lainnya.

Alat berat dan sumur bor turut disiapkan untuk membersihkan lumpur dan memulihkan lingkungan permukiman.

Bantuan ini hasil dari kolaborasi Kemkomdigi dengan Telkom, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), XLSmart, dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

Langkah ini untuk membantu warga Aceh Tamiang kembali menjalani aktivitas harian dan menata kehidupan pascabanjir.