Kuatkan Gerakan Literasi dengan Kolaborasi
Semarang, MBGtoday.com, Gerakan literasi masyarakat di Jawa Tengah perlu terus dikuatkan dengan semangat kolaborasi.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, budaya literasi yang baik akan melahirkan beragam gagasan, serta nilai-nilai positif bagi kehidupan bermasyarakat.
"Minat baca di kalangan anak muda memang memperlihatkan peningkatan. Namun, capaian itu harus diikuti dengan kemampuan memahami konten yang dibaca,” ungkapnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jawa Tengah pada 2024 tercatat sebesar 70,57, meningkat dibandingkan 2023 di angka 64,40.
Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Jateng juga mengalami peningkatan. Dari 71,31 pada 2023, naik menjadi 73,91 pada 2024.
Kakung, sapaan akrab Sarif menekankan, literasi tidak sekadar dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan individu dalam memahami, menelaah, serta mengelola informasi dan pengetahuan.
“Sehingga dapat terbangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kepercayaan diri setiap anak bangsa di era persaingan global saat ini,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Kakung menegaskan, literasi merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Karena itu, semua harus berkolaborasi untuk bagaimana terus menumbuhkan dan memperkuat budaya literasi, guna membangun ekosistem literasi Jawa Tengah yang unggul dan berkarakter,” jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Kakung menambahkan, selama ini setiap tingkatan pemerintahan di provinsi hingga kabupaten/kota ada wadah bernama Bunda Literasi.
“Keberadaannya harus menjadi motivator. Apalagi, seorang ibu adalah pendidik utama dan pertama dalam keluarga. Tumbuh kembang anak dalam menjalani proses belajar sangat penting dikenalkan pada fase kemampuan literasi,” tandasnya.

