Harga Plastik Melonjak, Perlu Langkah Korektif pada UMKM
Semarang, MBGtoday.com, Pemerintah provinsi Jawa Tengah maupun kabupaten/kota diminta menyiapkan Langkah korektif kepada usaha mikro kecil menengah (UMK) seiring melonjaknya harga plastik.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, kenaikan harga harga plastik ini bisa semakin membebani pelaku UMKM maupun sektor ekonomi kreatif.
“Karena itu butuh langkah-langkah korektif pada UMKM ini. Tujuannya adalah memperbaiki kinerja, mengatasi risiko, dan meningkatkan daya saing agar usaha, setidaknya dapat bertahan,” ungkap Sarif Abdillah.
Kakung, panggilan akrab Sarif menyebutkan terdapat ribuan pelaku usaha yang bergantung pada kemasan sebagai bagian dari produk mereka.
“Karena kenaikan harga plastik ini bisa memicu dilema serius terkait biaya produksi dan keberlanjutan bisnis mereka,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Dampak kenaikan harga plastik, menurut Kakung, paling terasa pada UMKM di sektor makanan dan minuman.
“Jenis usaha ini sangat bergantung pada kemasan plastik, seperti wadah makanan, gelas minuman, hingga kantong pembungkus, yang menjadi kebutuhan tak terhindarkan dalam operasional harian,” terangnya.
Jumlah UMKM di Jawa Tengah mencapai sekitar 4,2 juta hingga 4,45 juta unit usaha, menjadikannya salah satu penopang utama ekonomi wilayah.
“Peningkatan biaya produksi akibat mahalnya plastik menempatkan pelaku UMKM pada posisi sulit. Mereka dihadapkan pada dua pilihan berisiko, menaikkan harga jual produk atau menahan beban biaya,” jelas Kakung.
Jika harga produk dinaikkan, kata Kakung, ada risiko konsumen beralih ke alternatif lain, terutama di tengah daya beli masyarakat yang masih terbatas.
“Namun, jika harga tetap ditahan, margin keuntungan akan semakin menipis dan berpotensi mengancam kelangsungan usaha,” jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Kakung pun menggambarkan situasi ini sebagai dilema serius, di mana UMKM harus memilih antara mempertahankan pelanggan atau menjaga keberlanjutan bisnis mereka.
“Karena itu butuh kehadiran pemerintah untuk mengatasi persoalan ini. Sehingga hal-hal yang negatif bisa diminimalisir,” katanya.
Kakung pun mendorong UMKM menerapkan strategi diferensiasi harga, yakni memberikan harga lebih murah bagi konsumen yang membawa wadah sendiri.
“Strategi ini tidak hanya membantu menjaga keberlangsungan usaha, tetapi juga mendorong budaya ramah lingkungan,” tandasnya.

