Pelajar Pekalongan Tanam Ribuan Bibit Mangrove


Pekalongan, MBGtoday.com, Puluhan murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pekalongan dan perwakilan organisasi madrasah setempat, menanam seribu bibit mangrove, di kawasan pesisir Pekalongan.

Kepala MAN 1 Kota Pekalongan, Mimbar, menegaskan, penanaman mangrove tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan, demi menjaga kelestarian ekosistem pesisir pantai.

Menurutnya, mangrove memiliki peran penting untuk mengurangi abrasi yang selama ini menjadi ancaman serius bagi wilayah pesisir Pekalongan. Selain itu, mangrove juga berfungsi memperbaiki kualitas lingkungan pantai dengan menyerap karbondioksida, serta menghasilkan oksigen.

Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen MAN 1 Kota Pekalongan sebagai sekolah Adiwiyata, yang aktif menjalin kerja sama dengan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Sebagai sekolah Adiwiyata, ini menjadi bukti bahwa kami tidak bekerja sendiri, tetapi bersama masyarakat. Kolaborasi ini penting, agar upaya pelestarian lingkungan bisa berjalan lebih luas dan berkelanjutan,” tegas Mimbar, Senin (20/4),

Menurutnya, kegiatan ini juga merupakan implementasi dari program Ecotheology yang dicanangkan Kementerian Agama. Program tersebut mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan, dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Penanaman mangrove ini sekaligus menjadi bagian dari Latihan Dasar Kepemimpinan siswa, yang bertujuan membentuk karakter generasi muda yang peduli lingkungan. Kami optimistis dapat berkontribusi dalam menciptakan pesisir yang lebih hijau, lestari, dan tangguh menghadapi perubahan iklim,”bebernya.

Salah satu murid sekolah tersebut, Muhammad Rasya, mengatakan, pengalaman ini memberinya pemahaman baru, tentang pentingnya menjaga lingkungan pesisir.

“Sangat senang bisa ikut langsung. Kami jadi tahu kondisi pesisir yang rentan terhadap abrasi dan rob. Dengan menanam mangrove, kami berharap pantai kita tidak terus terkikis. Semoga bibit yang ditanam hari ini, bisa tumbuh besar dan bermanfaat,” ungkapnya.

Dia berharap, aksi penanaman mangrove ini dapat menjadi langkah awal dalam upaya mitigasi bencana abrasi, sekaligus mendukung program penghijauan pesisir secara nasional.

“Mudah-mudahan, ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan, secara berkelanjutan, dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat,” pungkasnya.

Penata Layanan Operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, Ersa, mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh MAN 1 Kota Pekalongan.

Ia menuturkan fungsi dari mangrove, baik secara ekologis, sosial, maupun ekonomi.

“Mangrove bisa menyerap polutan dan menghasilkan oksigen yang segar. Selain itu, mangrove juga memiliki fungsi ekologis untuk menahan abrasi, serta menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati. Dari sisi sosial ekonomi, mangrove juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Ditambahkan, keberadaan mangrove dapat menjadi benteng alami dalam menghadapi potensi bencana, seperti gelombang tinggi maupun angin kencang.