Festival Jondang Desa Kawak, Bola dan Perang Api Jadi Daya Tarik Utama
Jepara, MBGtoday.com, Kemeriahan Festival Jondang dalam rangka sedekah bumi Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, memuncak pada Selasa (21/4) malam, dengan atraksi bola api dan perang api yang memukau masyarakat.
Acara tahunan yang telah memasuki tahun ke-12 ini menjadi salah satu tradisi khas desa, yang sarat nilai budaya, kebersamaan, serta potensi pengembangan pariwisata.
Bupati Jepara melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Ali Hidayat menilai, kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi desa.
“Pemerintah Kabupaten Jepara memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan semacam ini, sebagai bentuk pelestarian budaya dan penguatan kebersamaan masyarakat desa,” ujar Ali.
Lebih lanjut, Ali menyampaikan, rangkaian kegiatan dalam Festival Jondang merupakan kekayaan budaya yang tidak dimiliki semua daerah. Oleh karena itu, melalui program desa wisata aktif, pemerintah terus mendorong desa-desa untuk mengembangkan potensi lokalnya.
“Festival Jondang adalah kekayaan budaya yang luar biasa. Saat ini sudah ada 25 desa wisata di Jepara, dan ke depan harus terus ditambah. Desa Kawak memiliki potensi yang sangat baik, tinggal bagaimana mengemasnya melalui promosi, kolaborasi dengan UMKM, BUMDes, serta masyarakat, sehingga tradisi ini tidak hanya dikenal, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi desa dan kebanggaan Jepara,” imbuhnya.
Sementara itu, Petinggi Desa Kawak Eko Heri Purwanto menjelaskan, Festival Jondang merupakan agenda rutin tahunan yang digelar setelah panen raya, sebagai bentuk rasa syukur masyarakat.
“Festival ini sudah berjalan selama 12 tahun dan menjadi tradisi masyarakat setelah panen raya. Puncak acara berupa sepak bola api, memiliki makna untuk menyatukan tiga dukuh di Desa Kawak. Api melambangkan semangat dan pengendalian amarah, untuk bersama-sama membangun desa yang lebih maju,” jelasnya.
Dia berharap, melalui kegiatan tersebut, tradisi lokal tetap lestari sekaligus mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat, serta memperkuat identitas budaya Desa Kawak sebagai bagian dari berbagai budaya di Kabupaten Jepara.

