Dorong Akselerasi Bioenergi Sawit Hadapi Krisis Energi


Jakarta, MBGtoday.com, Percepatan industrialisasi energi baru dan energi terbarukan (EBET) berbasis sawit perlu terus diakselerasi di tengah krisis energi global akibat perang Iran-Amerika Serikat. 

Ketegangan di Timur Tengah sangat berdampak pada fluktuasi harga BBM di dalam negeri.

Anggota Komisi VI DPR RI Achmad mendorong pemerintah segera mengolah Crude Palm Oil (CPO) menjadi B50 hingga B80 guna menekan ketergantungan pada impor BBM dan memperkuat ketahanan energi nasional. 

"Berkaitan dengan krisis perang antara Iran, Israel, dan Amerika sekarang itu memengaruhi harga BBM. Nah, kita harapkan industri energi terbarukan ini dapat diolah dari sawit. Ini mengurangi impor kita terhadap BBM," kata Achmad dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/4).

Achmad mengemukakan, kekuatan sebuah negara di masa depan sangat ditentukan oleh kemandiriannya pada sektor energi dan pangan. Untuk itu, ia mendesak komitmen bersama antara pemerintah dan swasta untuk mengembangkan sektor perkebunan sebagai tulang punggung energi alternatif. 

Solusi ini dinilai strategis untuk mengantisipasi dampak jangka panjang perang teluk yang berpotensi mengganggu pasokan energi konvensional ke dalam negeri.

"Siapa yang menghasilkan energi dan pangan, maka dia akan menguasai dunia," tandas politisi Partai Demokrat itu. 

Mengomentari kenaikan harga BBM non subsidi, ia menilai, itu kebijakan yang sulit dihindari. Sementara untuk BBM bersubsidi, ia menyerukan dilakukan pengawasan ketat. Ini penting dilakukan pemerintah, agar BBM bersubsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Achmad mengingatkan, dampak domino kenaikan harga BBM yang berpotensi mengerek harga kebutuhan pokok, biaya transportasi, hingga industri rumah tangga. 

Stabilitas ekonomi nasional menjadi taruhan utama apabila kenaikan harga energi tidak dibarengi dengan manajemen distribusi yang transparan dan akuntabel. "Pemerintah perlu mengawasi dengan ketat dan serius. 

"Sehingga, naiknya harga BBM tidak menimbulkan efek yang sangat dalam di tengah-tengah masyarakat kita," tandasnya.