Jembatan Serayu Ditutup, Sosialisasi Harus Terus Digencarkan


Semarang, MBGtoday.com - Sosialisasi jalur alternatif perlu terus digencarkan dalam proses perbaikan jembatan Serayu di Banyumas, Jawa Tengah. 

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, sosialisasi ini sangat krusial selama perbaikan jembatan. 

“Karena jembatan Serayu ini merupakan alur penghubung utama Purwokerto-Yogyakarta atau jalan nasional yang tentunya sangat krusial dalam arus transportasi. Dengan ditutup hampir 1,5 bulan, tentu sosialisasi harus digencarkan,” ungkapnya.

Menurut Kakung, sapaan akrab Sarif, dengan sosialisasi yang massif, maka bisa mencegah penumpukan kendaraan, termasuk meminimalisir kerugian ekonomi.

“Masyarakat harus mengetahui mengenai jadwal penutupan jalan, rute alternatif, maupun pembatasan kendaraan,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Jembatan Serayu Banyumas ditutup total selama 45 hari, mulai tanggal 15 Juni hingga 30 Juli 2026. Penutupan dilakukan untuk perbaikan pelat lantai jembatan dan struktur lainnya. Proyek yang ditangani oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum.

Kakung menambahkan, keberadaan jalur alternatif juga harus didasarkan klasifikasi kendaraan. Ini untuk mencegah penumpukan, termasuk menjaga kondisi jalan yang ada.

“Misalnya jalur alternatif kendaraan kecil juga bisa dilengkapi dengan portal. Sehingga saat ada kendaraan besar yang belum tahu harus lewat mana, tetap tidak bisa melintasi jalur tersebut,” terangnya.

Atas dasar itu, kata Kakung, juga perlu ditempatkan petugas di sejumlah titik strategis pada jalur alternatif yang disiapkan. Petugas tersebut nantinya bertugas mengatur sekaligus menyaring kendaraan yang diperbolehkan melintas selama rekayasa lalu lintas diterapkan.

“Keberadaan personel yang memadai sangat penting untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di jalur pengalihan,” jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Kakung mengapresiasi jajaran Pemkab Banyumas dan instansi terkait yang telah melakukan uji coba penutupan Jembatan Serayu. Dari kegiatan tersebut bisa dilakukan evaluasi mengenai berbagi kekurangan yang ada.

“Dan yang tak kalah penting, tentu kita ingin perbaikan ini berjalan tepat waktu. Sehingga ada kepastian, kapan jembatan itu bisa kembali difungsikan, dan arus lalu-lintas kembali normal,” tandasnya.