Silvo-Aquaculture Bisa Jaga Produksi Pangan


Jakarta, MBGtoday.com, Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, abrasi pantai, dan degradasi ekosistem mangrove, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penerapan silvo-aquaculture sebagai solusi berbasis alam untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat pesisir. 

Melalui Webinar Serial Ocean Farms ke-8 bertema “Silvo-Aquaculture and Its Contribution to Coastal Food Resilience” yang digelar Selasa (23/6), BRIN menegaskan bahwa integrasi budidaya perikanan dengan pelestarian mangrove tidak hanya mampu meningkatkan produksi pangan secara berkelanjutan, tetapi juga memperkuat perlindungan pesisir dan mendukung mitigasi perubahan iklim. 

Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Puji Lestari mengatakan kawasan pesisir merupakan lini strategis yang menopang mata pencaharian, ketahanan pangan, dan keanekaragaman hayati. Namun, ia juga menyoroti tekanan besar yang dihadapi kawasan pesisir akibat degradasi ekosistem, konflik lahan, dan perubahan iklim.

“Silvo-aquaculture menawarkan jalan terpadu dengan mengintegrasikan praktik budidaya, konservasi, dan restorasi. Sistem ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan berkelanjutan, tetapi juga melindungi garis pantai, meningkatkan kualitas air, dan berkontribusi pada mitigasi iklim melalui serapan karbon biru,” ujar Puji Lestari, Selasa (23/6).

Ia berharap webinar ini menjadi wadah bagi dialog, diseminasi hasil riset, serta penguatan kolaborasi antara peneliti, pembuat kebijakan, praktisi, dan masyarakat.

Webinar ini menghadirkan narasumber Dr. Hiroshi Imai dari JIN Corporation Jepang dan Dr. Hidayat Suryanto Suwoyo dari Pusat Riset Budidaya Laut. 

Hiroshi Imai, Konsultan JIN Corporation, Jepang, berbagi pengalaman eksperimen penanaman mangrove dalam sistem silvo-aquaculture yang dilakukan di Sulawesi Selatan. 

Sementara itu, Hidayat Suryanto Suwoyo, peneliti BRIN, menyampaikan sintesis temuan riset dan tantangan implementasi silvo-aquaculture di Indonesia. 

Webinar ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk peneliti, akademisi, praktisi perikanan, dan pegiat lingkungan. Dengan terselenggaranya webinar ini, BRIN berharap dapat terus mendorong riset dan inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional.