Pemkab Wonosobo Gelar Pasrah Tampi Panji, Ini Maknanya
Wonosobo, MBGtoday.com, Peringatan Hari Jadi Ke-201 Kabupaten Wonosobo dimulai dengan Prosesi Pasrah Tampi Panji Miwah Pusaka Pagetan Ambal Warsa Kaping-201.
Prosesi sakral yang sarat nilai sejarah dan budaya tersebut menjadi penanda dimulainya Kirab Panji dan Pusaka ke seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan, Pasrah Tampi Panji bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk merefleksikan perjalanan sejarah sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Wonosobo.
Lebih lanjut disampaikan, Kirab Panji dan Pusaka memiliki makna yang jauh lebih mendalam daripada sekadar perpindahan simbol daerah.
Prosesi tersebut merupakan ikhtiar bersama dalam menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu, agar tetap hidup dan menjadi pijakan pembangunan, di masa kini maupun masa mendatang.
Empat panji yang dikirab, yakni Sang Saka Dwi Warna, Catragung Pangayom, Tombak Karawelang Katentreman, dan Panji Gegunungan Praja, merupakan satu kesatuan simbol yang mencerminkan sinergi seluruh unsur penyelenggara pemerintahan dan masyarakat.
Di dalamnya terkandung pesan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilaksanakan secara sendiri-sendiri, tetapi memerlukan kolaborasi yang harmonis antara pemerintah, DPRD, TNI, Polri, serta seluruh lapisan masyarakat dengan semangat gotong royong dan kebersamaan.
“Panji yang kita tampi hari ini adalah amanah bersama. Ia mengingatkan bahwa setiap langkah pembangunan harus selalu berpijak pada nilai persatuan, dijaga dengan semangat pengabdian, serta diarahkan untuk menghadirkan ketenteraman dan kemuliaan bagi masyarakat Wonosobo,” jelas Afif, Sabtu (4/7).
Bupati juga menekankan, Kirab Panji ke 15 kecamatan dan 265 desa menjadi simbol bahwa Hari Jadi Kabupaten Wonosobo bukan hanya milik pemerintah, melainkan menjadi milik seluruh masyarakat Wonosobo.
“Melalui kirab ini, kita ingin menghadirkan semangat Hari Jadi hingga ke seluruh pelosok desa, agar tumbuh rasa memiliki, kebanggaan, dan kecintaan terhadap daerah kita tercinta,” ujarnya.
Bupati berharap seluruh rangkaian Hari Jadi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain menjadi ruang pelestarian budaya dan penguatan identitas daerah, momentum tersebut juga diharapkan mendorong pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, serta pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber kesejahteraan masyarakat.
Ditambahkan, pelaksanaan rangkaian Hari Jadi tahun ini disesuaikan dengan berbagai kondisi, antara lain tidak adanya gelar budaya di setiap kecamatan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Keputusan tersebut mencerminkan semangat kesederhanaan, kebijaksanaan, serta solidaritas sosial.
“Dari situ kita belajar bahwa kebersamaan tidak selalu diwujudkan dalam kemeriahan, tetapi juga dalam sikap saling memahami dan menempatkan keadaan secara bijaksana,” tuturnya.
Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersatu membangun daerah dengan semangat “Nyawiji Makarti, Wonosobo Loh Jinawi”, sehingga Wonosobo senantiasa menjadi daerah yang maju, lestari, aman, dan semakin menyejahterakan seluruh masyarakatnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, Fahmi Hidayat menjelaskan, selain Kirab Panji, rangkaian Hari Jadi Ke-201 Kabupaten Wonosobo juga diisi dengan berbagai kegiatan berbasis budaya dan tradisi lokal.
“Rangkaian tersebut meliputi Pasrah Tampi Panji, Sarasehan Hari Jadi di setiap kecamatan, Prosesi Pengambilan Air dari Enam Mata Air, Ziarah ke Makam Para Pendiri Wonosobo, Bedhol Kedhaton, Tapa Bisu, Hastungkara, hingga Birat Sengkala sebagai rangkaian prosesi menjelang puncak peringatan Hari Jadi,” jelasnya.
Sebagai informasi, puncak peringatan Hari Jadi Ke-201 Kabupaten Wonosobo akan diselenggarakan pada 24 Juli 2026, melalui Pisowanan Agung, yang menghadirkan prosesi adat sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah berdirinya Kabupaten Wonosobo.
Momentum tersebut juga akan dimeriahkan dengan Pagelaran Kesenian Utama, Prosesi Ruwat Rambut Gimbal, serta Pagelaran Seni Kerakyatan yang melibatkan seniman dan masyarakat sebagai ruang ekspresi budaya sekaligus daya tarik wisata daerah.
Di luar agenda utama tersebut, berbagai kegiatan pendukung juga telah dan terus berlangsung di berbagai wilayah, antara lain kegiatan sosial, olahraga, pemberdayaan masyarakat, promosi UMKM, hingga berbagai perlombaan dan hiburan rakyat yang melibatkan masyarakat secara luas.
Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan, menggerakkan perekonomian lokal, serta menjadikan peringatan Hari Jadi Ke-201 Kabupaten Wonosobo semakin bermakna bagi seluruh masyarakat.

