Antisipasi Dampak El-Nino pada Hewan Ternak
Semarang, MBGtoday.com - Fenomena El Nino yang memicu kemarau ekstrem bisa menjadi ancaman serius bagi sektor peternakan di Jawa Tengah.
Sebagai salah satu provinsi lumbung ternak pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diminta melakukan langkah antisipasi konkret guna mencegah gangguan kesehatan hingga risiko kematian pada hewan ternak akibat kekurangan pakan dan air.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan kemarau panjang bisa meningkatkan risiko heat stres pada ternak serta potensi munculnya penyakit pada hewan. "Selain itu, ancaman kekurangan pakan hingga air," ungkapnya.
Atas dasar itu, kata Kakung, sapaan akrab Sarif, instansi pemerintah daerah perlu menekankan pentingnya meningkatkan ketersediaan pakan yang tahan terhadap kekeringan.
"Bank Pakan bisa menjadi solusi krusial agar pasokan nutrisi ternak tidak terputus saat rumput alam mengering," sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Kakung menegaskan, langkah antisipatif menjadi kunci. Peternak perlu mulai mengubah pola dari sekadar memberi makan menjadi mengelola pakan.
"Keberadaan Bank Pakan ini menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas pasokan pakan, terutama ketika produksi hijauan menurun pada musim kemarau," jelasnya.
Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Provinsi Jateng mencatat, populasi ternak sapi, kambing, dan domba di provinsi ini pada 2026 mencapai 6.413.010 ekor. Terdiri dari 1.393.159 ekor sapi, 1.421.246 ekor domba, dan 3.598.605 ekor kambing.
Besarnya populasi tersebut menunjukkan bahwa Jateng menjadi salah satu daerah penyangga utama subsektor peternakan nasional.
Instansi terkait, lanjut Kakung, juga perlu fokus pada pengadaan vaksin dan obat-obatan.
"Langkah ini perlu diambil untuk membentengi ternak dari potensi wabah yang sering muncul saat kondisi lingkungan memburuk," jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Kakung tak menampik, El Nino berpotensi mengganggu pasar pangan. Bila produksi komoditas pangan berkurang, akan berdampak pada harga pangan. Kecenderungannya, harga pangan naik.
“Karena itu, semua lini, tentunya dari Pemerintah daerah harus berjaga untuk mengantisipasi dampak El Nino,” terangnya.
Kakung pun menekankan pentingnya langkah antisipasi dan mitigasi yang cepat, terintegrasi, serta berbasis data dalam menghadapi potensi dampak El Nino terhadap sektor peternakan hingga pertanian.
"Kesiapan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor kunci untuk menjaga produktivitas pangan dan melindungi ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim. Ini tantangan yang harus diantisipasi secara serius," tandasnya.

