KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar, 41 Korban Masih Hilang
Sumenep, MBGtoday.com, Kapal Motor Penyeberangan KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya–Makassar terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Minggu (2/8).
Kantor SAR Surabaya mencatat total ada 271 jiwa di atas kapal. Sebanyak 225 orang berhasil dievakuasi selamat, namun 5 orang ditemukan meninggal dunia, dan 41 orang lainnya masih terus dicari di perairan Sumenep.
Korban selamat dan meninggal dunia dievakuasi menggunakan sejumlah kapal yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian.
Hingga kini proses pencarian dan evakuasi seluruh penumpang masih terus berlangsung. Pihak berwenang juga masih melakukan pendataan serta penyelidikan terkait penyebab kebakaran kapal tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam atas insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa di perairan utara Madura.
Pemerintah memastikan penanganan korban menjadi prioritas sekaligus segera melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran tersebut.
AHY mengatakan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama tim Search and Rescue (SAR) masih terus melakukan proses evakuasi serta verifikasi data penumpang yang berada di atas kapal.
“Secara umum, pertama Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, masih terus memastikan verifikasi data penumpang kapal hasil evakuasi bersama, bekerja sama dengan tim SAR, kemudian kapal-kapal patroli,” ujar AHY.
Selain memastikan seluruh penumpang mendapatkan penanganan yang optimal, pemerintah juga akan segera memulai investigasi guna mengetahui penyebab insiden.
“Pemerintah segera meluncurkan investigasi, karena kita harus tahu persis apa penyebab dari insiden tersebut,” tegasnya.
Menurut AHY, investigasi akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Proses tersebut akan mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kapal, kesiapan sumber daya manusia, prosedur operasional, hingga faktor cuaca yang mungkin berpengaruh terhadap terjadinya kebakaran.
Ia menegaskan bahwa keselamatan dalam transportasi laut harus menjadi prioritas utama. Karena itu, penerapan standar operasional prosedur (SOP), prosedur tetap (protap), mitigasi cuaca, serta pemeriksaan kelaikan kapal harus terus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong peremajaan armada kapal nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan transportasi laut.
“Kita ingin memastikan bahwa terkait transportasi laut, safety first, tentu ini harus kita pastikan. SOP dijalankan, protap dijalankan, keselamatan penumpang nomor satu, cuaca juga tentunya harus bisa kita mitigasi, dan selebihnya kita ingin memastikan kapal selalu dalam kondisi layak, tidak ada masalah teknis, dan semangat kita memang terus meremajakan kapal-kapal kita,” kata AHY..

