Gempa Berkekuatan 7,7 Guncang NTT, 14 Orang Tewas 


Nagekeo, MBGtoday.com, Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitude yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/08). Gempa menyebabkan 14 orang meninggal dunia, dua orang luka berat dan 11 orang luka ringan.

"Data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi, dan validasi di lapangan," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan, dalam keterangannya.

Dari 14 korban tewas, 3 di antaranya di Sikka. Kemudian 6 orang meninggal dunia di Manggarai, lalu 5 orang meninggal dunia di Manggarai Timur.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada pukul 05:58 WITA di kedalaman 15 kilometer.

Pusat gempa terjadi di 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT. Hasil monitoring BMKG menunjukkan terdapat 37 gempa susulan dengan magnitude 3,7 sampai 6,2.

Gempa ini juga menyebabkan tsunami di sejumlah titik. BMKG mencatat gelombang tsunami tiba di 10 titik pesisir setelah gempa.

Gelombang tertinggi tercatat di Maurole, Ende, dengan ketinggian 0,94 meter atau nyaris 1 meter pada pukul 05.27 WIB.

BMKG melaporkan, gempa tersebut dipicu aktivitas sesar lempeng bumi yang naik atau thrust fault yang menyebabkan guncangan kuat dan memicu tsunami. 

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan, gempa dangkal dengan kedalaman 15 kilometer itu bersumber dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust. 

Hasil pemutakhiran parameter menunjukkan episenter gempa berada di laut pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur, atau sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT. 

“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” kata Nelly.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, hingga pukul 07.07 WIB, BMKG mencatat 37 gempa bumi susulan dengan magnitudo 3,6 hingga 6,2.

"Di busur belakang Flores ini terdapat potensi gempa maksimum M7.8 hingga M7.9. Berdasarkan catatan sejarah, gempa serupa pernah terjadi pada tahun 1992 dengan kekuatan M 7.5 yang menimbulkan kerusakan dan terjadi tsunami. Setelah hampir 30 tahun, pelepasan energi besar kembali terjadi di busur belakang Flores," tandasnya.