Investasi Kuartal I 2025 di Jateng Serap 97.550 Tenaga Kerja


Salah satu titik kawasan industri Batang, Jawa Tengah. (Dok.Kemenko Perekonomian)

Semarang, MBGToday.com, Realisasi kinerja investasi pada kuartal I 2025 di Jawa Tengah diklaim mampu menyerap sebanyak 97.550 tenaga kerja.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah Sakina Rosellasari menerangkan, penyerapan tenaga kerja tersebut, mengalami peningkatan sebanyak 23,95 persen dibandingkan dengan penyerapan tenaga kerja pada triwulan I 2024.

“Geliat investasi di awal tahun ini yang membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja di Jateng tidak hanya menandakan pertumbuhan ekonomi yang positif, melainkan juga mampu menekan angka pengangguran,” katanya, Rabu (21/5).

Kenaikan penyerapan tenaga kerja, jelasnya, dipengaruhi dari realisasi kinerja investasi yang cukup baik di triwulan pertama ini, yakni sebesar Rp21,85 triliun, naik Rp4,29 triliun dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 sebesar Rp17,56 triliun.

Capaian realisasi investasi triwulan I 2025 ini, lanjut dia, terdiri atas penanaman modal asing (PMA) yang berkontribusi sebesar 64% pada angka Rp14,08 triliun, kemudian penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebanyak 36% senilai Rp7,7 triliun.

Adapun lima besar realisasi sektor investasi di Jateng pada Triwulan I 2025 adalah industri tekstil (Rp2,66 triliun), industri barang dari kulit dan alas kaki (Rp2,51 triliun), industri karet dan plastik (Rp2,45 triliun), industri makanan (Rp1,97 triliun), serta perumahan, dan kawasan industri perkantoran (Rp1,83 triliun).

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mengatakan bahwa capaian realisasi investasi sudah baik dan harus terus ditingkatkan, utamanya dalam membangun komunikasi dan kolaborasi antardinas.

“Verifikasi dan validasi perijinan usaha harus dilakukan dengan disiplin sesuai regulasi. Jangan sampai izin usaha yang terbit, menimbulkan keresahan di masyarakat, baik di bidang pariwisata, hiburan, industri, pertambangan dan lainnya,” tandasnya.