Potensi Lobster Besar, Ekosistem Budidaya Belum Terbentuk


Lombok Timur, MBGtoday.com, Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri budidaya lobster. Namun, potensi tersebut belum dapat dioptimalkan karena ekosistem budidaya lobster yang kuat dan terintegrasi belum terbentuk.

Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Instalasi Telong-Elong Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (3/9).

Johan menjelaskan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memverifikasi secara langsung berbagai informasi dan aspirasi yang sebelumnya diterima Komisi IV DPR RI dari asosiasi lobster dan kalangan akademisi.

“Karena sehari sebelum ini kita sudah menerima asosiasi, bercerita banyak tentang lobster dari sisi keilmuannya, dari hasil penelitiannya. Hari ini kita mencoba menguji secara fakta,” ujar Johan.

Dari hasil penyerapan aspirasi tersebut, Johan menilai pengembangan budidaya lobster perlu terlebih dahulu memastikan keberlangsungan usaha masyarakat. Menurutnya, keberhasilan budidaya tidak semata-mata diukur dari target produksi, tetapi juga dari kemampuan pembudidaya mempertahankan usahanya.

“Minimal apa yang sudah diusahakan oleh pembudidaya lobster kita itu bisa kembali modal, bisa berusaha, bisa terus bertahan dengan itu. Karena potensi usaha yang ada di lobster ini sudah luar biasa,” katanya.

Johan menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima Komisi IV DPR RI dari asosiasi lobster, kemampuan teknologi budidaya Indonesia dinilai tidak kalah dengan Vietnam. Indonesia juga memiliki potensi lobster yang besar untuk dikembangkan.

“Dari sisi teknologi kita tidak kalah dari Vietnam. Dari sisi potensi kita juga cukup banyak dari sini,” jelasnya.

Namun, menurut Johan, potensi dan kemampuan teknologi tersebut belum cukup untuk mendorong pengembangan industri lobster apabila tidak didukung ekosistem budidaya yang terintegrasi. Ekosistem tersebut diperlukan agar kegiatan budidaya dapat berkembang secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Persoalannya adalah belum terciptanya satu ekosistem budidaya lobster kita,” pungkasnya.