Liga Champions: Inter Ingin Akhiri Kutukan 60 Tahun di Markas Real Madrid


Madrid, MBGtoday.com, Real Madrid dan Inter Milan akan berduel dalam laga pertama babak penyisihan Liga Champions musim 2026/27.

Kedua tim akan bermain di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (9/9) dini hari WIB.

Laga ini menjadi krusial bagi kedua tim untuk menjalani 7 pertandingan berikutnya, sekaligus memastikan lolos ke babak selanjutnya.

Bekal tuan rumah di laga ini, kurang bagus. Los Blancos baru saja menelan kekalahan 1-0 saat bertandang ke markas Real Betis di ajang La Liga Spanyol.

Adapun Inter membawa bekal kemenangan 3-2 saat bersua Napoli di ajang Serie A Italia.

Namun sejauh ini, sudah nyaris 60 tahun Inter tak pernah menang di Santiago Bernabeu. Kali terakhir mereka menuai tripoin di sana adalah pada 1967.

Pelatih Real Madrid Jose Mourinho menuntut para pemainnya untuk meraih kemenangan melawan Inter Milan terlepas bagaimana gaya bermainnya. 

Menilik laga sebelumnya melawan Real Betis, Mourinho dengan tegas meminta kepada para pemain untuk mengabaikan dulu permainan cantik dan mengutamakan tiga poin. 

“Saya ingin menang. Saya bisa saja mengatakan saya ingin bermain bagus, tetapi saya tidak ingin bermain bagus seperti saat melawan Betis dan kalah; saya ingin menang," katanya, seperti dilansir dari laman resmi klub.

Bukan tanpa alasan, bagi Mourinho kemenangan sangatlah penting karena Real Madrid hanya memiliki delapan kesempatan di Liga Champions. Artinya, Los Blancos wajib meraih hasil maksimal di setiap pertandingan yang dijalani di Liga Champions. 

"Kami berada dalam fase di mana kami memainkan delapan pertandingan, dan tujuannya adalah untuk lolos, dan saya percaya kami akan berhasil," tegasnya.

Jose Mourinho sendiri adalah legenda hidup Inter Milan. Pelatih Portugal itu adalah orang yang bertanggung jawab terhadap musim tersukses di sepanjang sejarah Il Nerazzurri, yakni pada 2010 berkat raihan treble.

Kala itu, salah satu anak didik Mourinho dalam skuad Inter peraih treble adalah Cristian Chivu yang kini menjadi pelati Inter. “Mourinho adalah orang yang istimewa bagi saya," tutur Cristian Chivu.

Kata Chivu, bertemu dengan Mourinho adalah sebuah keberuntungan. "Dia membantu saya di saat-saat tersulit dalam hidup saya, dan saya tidak akan pernah melupakan itu,” kata pelatih asal Romania tersebut.

Meski demikian, Chivu juga ingin mengalahkan Madrid di laga ini. "Kami memiliki kewajiban untuk menulis halaman-halaman penting dalam sejarah klub ini. Dalam beberapa tahun terakhir, klub ini telah mencapai standar penting, dan kami harus menulis halaman-halaman lain dalam sejarahnya," tandasnya.