Seribu Guru PAI Ikuti Program Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur'an


Jakarta, MBGtoday.com, Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) mulai menggelar Program Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur'an bagi Guru PAI. 

Pada angkatan I, program ini diikuti 1.000 peserta secara daring melalui platform Zoom.

Program Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur'an angkatan I ini secara khusus menyasar guru PAI di wilayah DKI Jakarta, Banten, DI Yogyakarta, dan sebagian Jawa Barat. 

Selama satu bulan penuh, mereka akan menjalani pembinaan intensif menggunakan platform Learning Management System (LMS) CintaQu, sebuah sistem pembelajaran digital yang dikembangkan khusus untuk mendukung efektivitas program ini.

Metode pembelajaran ini dirancang secara hibrida. Peserta akan mengikuti sesi review tatap muka secara daring setiap hari Sabtu bersama para pelatih profesional, sebelum akhirnya menempuh ujian akhir secara luring. 

Ujian akhir ini akan berlangsung selama sekitar lima menit per peserta dan dinilai langsung oleh dua orang penguji dalam satu majelis di titik-titik lokasi terdekat dari domisili masing-masing peserta.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno mengatakan bahwa program ini dilakukan untuk memastikan guru PAI benar-benar bebas dari buta huruf Al-Qur'an. Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar.


“Kemampuan membaca Al-Qur'an merupakan rukun paling mendasar dari profesi guru PAI, karena Al-Qur'an berkedudukan sebagai sumber utama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam itu sendiri,” ujarnya, Rabu (9/9).

Amien Suyitno minta para guru PAI bisa memanfaatkan program ini sebaik-baiknnya.  

“Meskipun program ini dilaksanakan  dengan platform digital dan daring, jangan sampai mengurangi semua proses yang ada. Apalagi program ini akan diintegrasikan deengan PPKB (Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan),” tambah Amien.

Program Peningkatan Kapasitas Tartil Al-Qur’an ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni poin ke-4, terkait dengan penguatan SDM (Sumber Daya Manusia), dan juga selaras dengan Asta Protas Menteri Agama, yakni Pendidikan Unggul.

Direktur PAI, M. Munir menyampaikan bahwa enam provinsi yang diikutkan dalam program ini adalah piloting. Dia berharap ke depan semua provinsi bisa dilibatkan dalam program Tartil Al-Qur’an ini.

“Saya juga meminta kepada Kasubdit untuk terus memantau perkembangan program ini, agar ada laporan yang berkesinambungan, untuk memastikan efektifitas dan efisiensi program Tartil Al-Qur’an yang diselenggarakan secara daring,” jelas M. Munir.