Mantan KSAD Jenderal (Purn) Subagyo HS Tutup Usia


Jakarta, MBGtoday.com, Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo (HS) meninggal dunia di RS Panti Rapih, Yogyakarta, Senin (19/10), pukul 16.20 WIB.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI Muhammad Nas membenarkan kabar tersebut. "Betul, kita semua berduka atas kepulangan beliau dan sama-sama kita doakan semoga Husnul Khotimah," ujarnya, kepada wartawan.

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka kawasan Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta, sebelum diterbangkan menuju Jakarta untuk prosesi pemakaman secara militer.

Lulus dari AKABRI Magelang pada 1970, Subagyo langsung menceburkan diri ke korps baret merah Komando Pasukan Khusus (Kopassus). 

Namanya melambung tinggi ke jajaran perwira berprestasi saat terlibat dalam operasi pembebasan sandera pesawat Garuda DC-9 Woyla di Bandara Don Mueang, Bangkok, Thailand, pada 1981.

Berkat keberhasilan operasi antiteror legendaris itu, Subagyo diganjar kenaikan pangkat istimewa satu tingkat lebih tinggi.

Kariernya terus meroket secara mulus. Pria yang kenyang bertugas di palagan Timor Timur ini pernah dipercaya jadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) untuk Presiden Soeharto.

Lalu meraih bintang satu hingga memimpin Korps Baret Merah sebagai Danjen Kopassus pada periode 1994–1995.

Di posisi itulah Subagyo menjadi komandan Prabowo yang saat itu berpangkat bintang satu sebagai wakil komandan jenderal (Wadanjen Kopassus). Setelah itu, posisi Subagyo sebagai Danjen Kopassus digantikan oleh Prabowo.

Karir Subagyo pun semakin meroket hingga akhirnya dia berhasil menjabat sebagai KSAD pada Februari 1998 sampai 1999 November.

Subagyo juga tercatat sebagai satu satunya jenderal angkatan darat yang menjabat KSAD di tiga periode presiden yakni Soeharto, BJ Habibie, dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur).