KEK Industropolis Batang Diharapkan Serap Tenaga Kerja Tanpa Bias Gender
Jakarta, MBGtoday.com, Anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Harris Turino menilai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, memiliki potensi besar tidak hanya sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai kota mandiri yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan.
“Menarik sekali bahwa KITB ini yang tadinya hanya kawasan industri, sekarang akan dirancang menjadi bukan hanya kawasan industri, tapi satu kota mandiri. Bahkan cita-citanya di tahun 2100 bisa menjadi kota dengan jumlah penduduk yang cukup besar, hampir 500 ribu,” ujar Harris dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/9).
Menurut Harris, hingga saat ini penyerapan tenaga kerja di kawasan tersebut mencapai 14 ribu orang, dan diproyeksikan meningkat hingga 58 ribu orang di puncaknya nanti.
“Ini tentu penting, karena yang bisa memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah tentu saja industri,” tambahnya.
Politisi PDI-Perjuangan ini menekankan perlunya pemerataan kesempatan kerja bagi laki-laki dan perempuan. Ia menyoroti fenomena di sejumlah kawasan industri padat karya, termasuk Batang, yang cenderung hanya menyerap tenaga kerja perempuan.
“Sebagian besar tenaga kerja yang terserap hanya perempuan. Laki-laki nggak dapat kesempatan, baik itu kejadiannya di Tegal, di Slawi, di Brebes, maupun di Batang ini. Karena kalau industri tekstil dan sepatu, ini kebanyakan memang perempuan,” jelasnya.
Untuk itu, Harris mendorong agar pengembangan KEK Batang tidak hanya terbatas pada sektor tekstil dan sepatu, tetapi juga diarahkan ke industri otomotif dan sektor lain yang dapat membuka peluang kerja lebih luas.
“Pasarnya Indonesia kan besar, nah disitu tenaga kerja laki-laki juga dikasih kesempatan. Agar tidak ada gender bias,” tegasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Tengah tercatat 4,33% dari total angkatan kerja 21,87 juta orang.
Kabupaten Brebes menjadi daerah dengan TPT tertinggi sebesar 8,35%, disusul Kabupaten Cilacap sebesar 7,83%, dan Kabupaten Tegal sebesar 7,53%.

