Riset Alutsista Dorong Kemandirian Pertahanan Nasional
Jakarta, MBGtoday.com, Kendaraan tempur bukan hanya sekadar alat militer, melainkan simbol kedaulatan dan inovasi sebuah negara.
Di Indonesia, riset kendaraan tempur terutama tank, menjadi salah satu perhatian, karena faktanya penguasaan teknologi ini dapat memperkuat pertahanan sekaligus menumbuhkan industri dalam negeri.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Transportasi (PRTT) Badan Riset dan Inovasi nasional (BRIN) Lukman Shalahuddin menyampaikan, betapa pentingnya riset alutsista agar bisa menjaga keamanan dan kedaulatan negara, serta lebih mandiri dalam pertahanan nasional.
Hal tersebut disampaikannya, yang dikutip dalam acara Kelas Periset edisi ke-8 dengan tema Riset Kendaraan Tempur Jantung Kedaulatan dan Gerbang Inovasi Negeri melalui YouTube BRIN Indonesia, Sabtu (25/10).
“Alasan utamanya perlunya riset ini adalah urgensi kedaulatan dan keamanan NKRI, negara kita sangat luas dengan 17 ribu pulau. Dengan banyaknya pintu masuk dan berbatasan dengan banyak negara, ditambah adanya sumber daya yang melimpah, jika tidak kita jaga tentu kita bisa kecolongan. Maka perlu adanya alusista atau alat utama sistem pertahanan yang taktis dan bisa bergerak di berbagai medan,” jelas Lukman.
Sementara itu, lanjut Lukman, Indonesia selalu membeli dari luar tentunya akan menjadi ketergantungan, jadi perlu juga ada kemandirian.
“Kendaraan tempur sendiri ada berbagai macam, mulai dari kendaraan darat, laut, dan udara, namun kendaraan temput lapis baja seperti Tank menjadi salah satu alutsista utama dalam menjaga kedaulatan negara. Tank memiliki ciri khas atau fitur yaitu rodanya banyak dibungkus dengan rantai, dan memiliki semacam kubah dengan berbagai macam persenjataan, serta fungsinya sebagai pemukul garda terdepan dalam pertempuran,” ungkap Lukman.
Menurutnya, bagian tank sendiri terdiri dari empat kelompok, pertama bodi atau badan, kemudian turret yang ada di bagian atas yang bisa berputar 360 derajat. Ada Meriam utama yang bisa menembak dari jarak jauh, di atas turret ada berbagai macam sistem dan sensor, serta senjata sekunder. Sedangkan di bagian bawah ada sistem penggerak yang dihubungkan ke kaki-kaki roda.
“Riset mengenai desain kendaraan tempur seperti Tank menjadi sangat penting sebagai upaya untuk terus meningkatkan efektivitas dan optimalitas dari kendaraan tersebut. Dalam desain Tank terdapat elemen penting yaitu daya tembak, mobilitas dan perlindungan. Desain dari kendaraan tersebut harus mencapai keseimbangan optimal antara ketiga elemen tersebut,” papar Lukman.
lebih lanjut, Lukman menekankan kalau desain bodi dan struktur yang kokoh juga menjadi hal yang utama, Beberapa hal yang menjadi poin utama di antaranya struktur yang kokoh, optimasi berat, bentuk lambung yang sudah didesain sedemikian rupa, agar bisa digunakan di berbagai medan tempur.
“BRIN sendiri saat ini terus melakukan riset dan inovasi di bidang pertahanan dan melakukan kerja sama dengan mitra industri baik dengan BUMN atau pihak swasta, tegasnya.
Ada juga yang namanya pengembangan Tank ringan untuk kebutuhan taktis nasional, dan penggunanya sudah ada yaitu TNI AD, dengan beberapa pengembangan seperti dapat diangkut dengan pesawat standar, bisa beroperasi di medan berlumpur, dan lain-lain.
Di akhir paparannya, Lukman mengajak para generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam riset teknologi alusista karena pentingnya untuk menjaga kedaulatan dan kemandirian negara.
“Riset taktis tidak hanya tentang senjata, namun juga sebagai upaya dalam melindungi bangsa dan negara, kita buktikan kalau anak bangsa mampu menjaga bangsa dan negara dengan teknologi buatan diri sendiri,” tandasnya.

