Program Semarang Inklusif, Bangun 5 Rumah Inspirasi


Ilustrasi area inklusif. (Freepik.com)

Semarang, MBGToday.com, Pemerintah Kota Semarang membangun lima Rumah Inspirasi di lima kecamatan.

Kelima kecamatan itu, masing-masing, Tembalang, Semarang Barat, Semarang Tengah, Genuk, dan Mijen. Keberadaan rumah tersebut untuk memfasilitasi pelayanan terhadap penyandang difabel.

“Rumah Inspirasi dirancang sebagai pusat layanan yang ramah disabilitas dan kelompok rentan lainnya,” ungkap Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Senin (16/6).

Di dalamnya akan tersedia sembilan layanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, ketenagakerjaan, dukungan UMKM, mental health, pertanian, permukiman, hingga akses terhadap bantuan lain sesuai kebutuhan.

Menurut dia, pembangunan Rumah Inspirasi tersebut merupakan bagian dari program Semarang Inklusif yang menjadi salah satu dari lima prioritas 100 hari kerja Agustina bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin.

“Membicarakan program Semarang Inklusi ini sangat asyik, karena kami sedang menyiapkan sesuatu yang lebih dari sekadar tempat pelayanan. Kami ingin menjadikannya sebagai Rumah Inspirasi,” sebutnya.

Dengan program Semarang Inklusif, kata dia, dipastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dari pembangunan kota. Namun, program tersebut bukan hanya rencana jangka pendek, tetapi merupakan bagian dari visi pembangunan jangka panjang Kota Semarang.

“Jika kita berhasil membangunnya dengan baik, maka ini akan menjadi sistem pengelolaan dan perawatan disabilitas yang terintegrasi pertama di Indonesia,” bebernya.

Proses pendataan penyandang disabilitas sedang dilakukan secara menyeluruh dengan sistem "by name by address" agar setiap warga yang membutuhkan mendapatkan layanan yang tepat sasaran.

Tidak hanya itu, Pemkot Semarang juga melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam proses ini, seperti petugas kecamatan, pekerja sosial masyarakat (PSM), relawan, penyandang disabilitas sendiri, dan para pemangku kepentingan.

Rumah Inspirasi juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan komunitas dalam membangun ekosistem layanan yang inklusif, menjawab kebutuhan nyata masyarakat.