Resmikan 150 Kecamatan Berdaya, Wujudkan Pembangunan Inklusif


Sragen, MBGtoday.com, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meresmikan sebanyak 150 kecamatan sebagai pilot projet Kecamatan Berdaya. 

Program itu diharapkan menjadi wadah pengembangan potensi dan kreativitas masyarakat Jateng, mulai dari perempuan, anak, generasi Zilenial, lansia, disabilitas, dan pelaku ekonomi kreatif.

Pencanangan Program Kecamatan Berdaya dipusatkan di Lapangan Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Kamis (30/10). Turut hadir dalam kegiatan itu jajaran Forkopimda Jateng, kepala OPD Pemprov Jateng, serta bupati dan wali kota se-Solo Raya.

Gubernur Luthfi mengatakan, program Kecamatan Berdaya menjadikan kecamatan sebagai pusat pemberdayaan untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, di mana seluruh masyarakat mendapatkan hak dan kesempatan yang sama untuk maju dan berdaya.

Adapun sasaran utamanya ialah kelompok perempuan dan anak, penyandang disabilitas, generasi Z dan milenial (Zilenial), lansia, dan pelaku ekonomi kreatif. Di dalam Kecamatan Berdaya juga ada Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA), layanan Kartu Zilenial, sport center, serta pusat ekonomi kreatif.

“Nanti (sasarannya) bisa diperluas sesuai potensi dan wilayahnya masing-masing. Artinya ini tidak hanya simbolis program, tapi kita manfaatkan betul, sehingga masyarakat kita yang kurang berdaya kita berdayakan,” terang Luthfi.

Dikatakan, pelayanan di dalam program Kecamatan Berdaya yang sudah berjalan di Jateng mendapatkan respon positif dari masyarakat. Contohnya layanan Kartu Zilenial yang saat ini sudah dimanfaatkan oleh sebanyak 9.000 generasi muda.

“Contoh Kartu Zilenial menembus angka 9 ribu. Nanti 56 persen penduduk Jawa Tengah yang terdiri dari generasi milenial dan Z, dia harus mempunyai keterampilan yang siap pakai,” ungkap Luthfi.

Gubernur juga meminta agar program milik dinas-dinas di Pemprov Jateng maupun pemerintah kabupaten/ kota, bisa digulirkan di setiap kecamatan, untuk mempercepat pembangunan.

Misalnya, Dinas Sosial melakukan pembinaan penyandang difabel agar lebih mandiri. Dinas Ketenagakerjaan memfasilitasi pelatihan kerja, sehingga difabel bisa terserap ke dalam BUMD, yang saat ini menyediakan kuota khusus 1 sampai 2 persen.

Selain itu, Kecamatan Berdaya juga akan menghadirkan layanan bantuan hukum bagi perempuan korban kekerasan, serta memberikan pendampingan usaha bagi generasi muda kreatif.

Luthfi menegaskan, target dari program Kecamatan Berdaya ialah untuk mengikis angka kemiskinan di Jawa Tengah, dengan mengembangkan potensi dan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

“Kecamatan Berdaya ini ujungnya nanti adalah mereduksi angka kemiskinan di provinsi, kabupaten/ kota, dan desa,” ucap dia.

Gubernur Luthfi juga mengajak seluruh pihak, untuk mendukung dan menyukseskan program-program yang akan diekusekusi di Kecamatan Berdaya.

“Sehingga tidak ada lagi perempuan rentan yang tidak punya perlindungan hukum. Tidak ada lagi kelompok disabilitas yang tidak punya pekerjaan, karena tidak terampil. Tidak ada lagi pemuda yang hanya mengandalkan warisan orang tua karena dia tidak dididik oleh kecamatan,” tegas dia.

Pada kegiatan itu, Gubernur Luthfi juga menyalurkan sejumlah bantuan. Meliputi 50 paket sembako bagi anak rentan dan ibu rentan, bantuan pangan berupa beras 1 ton, 400 paket sembako Baznas Jateng untuk masyarakat miskin di Desa Sidodadi.

Sementara itu, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyambut positif dan siap menyukseskan program Kecamatan Berdaya Pemprov Jateng. Bahkan, dia sudah menetapkan lima kecamatan sebagai pilot project. Yakni Gondang, Kedawung, Karangmalang, Sukodono, dan Masaran.

Menurut dia, program unggulan Gubernur Ahmad Luthfi ini dapat menghadirkan kegiatan pemberdayaan. Pasalnya, di dalamnya ada layanan perlindungan perempuan dan anak, serta lansia dan disabilitas. Selain itu juga pelatihan bagi generasi Zilenial dan pusat olahraga (sport center).

“Ini menjadi energi positif bagi Kabupaten Sragen, yang sedang giat melakukan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, untuk mewujudkan Sragen yang berkemajuan, sejahtera, dan merata,” ungkap Sigit.