Gusti Purboyo Ikrar Naik Tahkta Keraton Solo, Maha Menteri Belum Tunduk
Solo, MBGtoday.com, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, atau yang akrab dikenal Gusti Purboyo, mengukuhkan diri sebagai Raja baru Keraton Solo dengan gelar Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubowono XIV.
Pengukuhan KGPAA Hamangkunegoro sebagai Raja Keraton Solo dilakukan jelang prosesi pemberangkatan jenazah Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, Rabu (5/11).
Dalam acara itu KGPAA Hamangkunegoro mengucapkan ikrar kesetiaan dan kesanggupan untuk meneruskan tahta Raja di depan keluarga besar, abdi dalem, hingga sentono.
"Ingsun Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, ing dina iki, Rebo Legi, patbelas Jumadilawal tahun Dal sewu sangangatus seket sanga, utawa kaping lima Nopember rong ewu selawe, hanglintir kaprabon Dalem minangka Sri Susuhan Karaton Surakarta Hadiningrat, kanthi sesebutan Sampeyandalem ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono Parbelas," kata KGPAA Hamangkunegoro, saat membacakan pidato pelepasan, PB XIII.
Gusti Purboyo adalah putra bungsu Sri Susuhunan Pakubuwono XIII dan permaisuri Gusti Kanjeng Ratu Pakubuwono (KRAy) Pradapaningsih.
Pria kelahiran 26 September 2002 ini memiliki nama lahir Gusti Raden Mas Suryo Aryo Mustiko. Gusti Purboyo kini berusia 23 tahun dan dikenal sebagai sosok muda yang cerdas, sopan, dan memiliki minat besar terhadap pelestarian budaya Jawa.
Sebelum dinobatkan sebagai raja, Gusti Purboyo terlebih dahulu dilantik sebagai Putra Mahkota pada 27 Februari 2022 melalui prosesi adat resmi di Keraton Solo. Saat itu, ia masih berusia 20 tahun.
Putri sulung PB XIII, GKR Timoer Rumbaikusuma Dewayani mengatakan, yang dilakukan adiknya adalah perwujudan nyata dari adat Karaton yang luhur.
Ia menegaskan, keluarga besar mendukung pengangkatan putra mahkota sebagai PB XIV. Hal ini menandakan kepergian PB XIII bukan sekadar akhir dari perjalanan seorang raja, tetapi juga awal dari lembaran baru kepemimpinan PB XIV.
Sementara itu, Maha Menteri Keraton Surakarta, Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan mengklaim menjalankan fungsi ad interim Raja Keraton Surakarta hingga penerus Pakubuwono dinobatkan.
"Untuk sementara Maha Menteri akan menjalankan fungsi ad interim hingga penerus Pakubuwono XIII dinobatkan," kata Tedjowulan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/11).
Klaim itu didasarkan atas SK Menteri Dalam Negeri nomor 430-2933 Tahun 2017 tentang Penetapan Status dan Pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta.
Pada klausul kelima, yaitu Kasunanan Surakarta dipimpin oleh SISKS Pakubuwono XIII dan didampingi Maha Menteri KGPA Tedjowulan dalam melaksanakan pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Kota Surakarta.
Tedjowulan adalah adik beda ibu dari Pakubuwono XIII. Ia mengatakan ada pihak yang mendorong nama tertentu untuk menjadi penerus tahta kerajaan. Namun, menurutnya belum ditetapkan siapa yang akan menggantikan kedudukan Pakubuwono XIII sebagai raja.
"Walaupun ada yang sudah menyebutkan nama-nama, kami belum menetapkan siapa yang akan menjadi Raja Keraton Surakarta berikutnya," kata Tedjowulan.
Dia berharap semua pihak menahan diri agar semua pihak menahan diri untuk menjaga kerukunan keluarga besar Keraton Surakarta. Tedjowulan mengaku akan mengumpulkan keluarga untuk menyatukan pandangan soal masa depan keraton.

