Hilirisasi Garam Sukses Gaet Investasi Rp50 Miliar
Brebes, MBGtoday.com, Rencana proyek hilirisasi garam rakyat oleh Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah menarik minat investor untuk menanamkan modalnya sebesar Rp50 miliar.
Proposal program itu bahkan meraih Juara 3 dalam ajang Investment Challenge, yang merupakan bagian dari Central Java Investment Business Forum 2025.
Kesepakatan kerja sama pengembangan sektor garam tersebut diawali dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI), antara PT Intan Boga Sangkara dengan Pemkab Brebes, Rabu (5/11) lalu.
Wakil Bupati Brebes Wurja, menyebut, visi besar pemkab untuk menjadikan wilayah itu sebagai pusat industri garam modern di Jawa Tengah.
“Garam krosok rakyat kita harus naik kelas. Dengan hilirisasi, Brebes bisa memastikan nilai tambah bagi petambak, sekaligus menjamin pasokan garam industri dan konsumsi secara berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (7/11).
Ditambahkan, konsep investasi yang ditawarkan Pemkab Brebes, tidak hanya berfokus pada pembangunan lima gudang garam berkapasitas 20 ribu ton, tetapi juga pendirian pabrik pengolahan garam krosok menjadi garam industri dan konsumsi. Langkah itu diharapkan dapat mengubah wajah sektor garam rakyat Brebes, yang selama ini hanya bertumpu pada penjualan bahan mentah.
Ditambah lagi, kualitas garam Brebes yang dikenal tinggi dengan kandungan NaCl di atas 97 persen, dan potensi produksi hingga 20 ribu ton per tahun, menjadi modal besar. Namun, tanpa pengolahan dan jaminan harga, para petambak kerap terjebak dalam fluktuasi pasar.
Wurja menambahkan, jika proyek ini bukan sekadar investasi fisik, tetapi solusi jangka panjang bagi kesejahteraan lebih dari 500 petambak garam Brebes.
“Dengan lima gudang, produksi garam rakyat bisa ditampung sebanyak-banyaknya, sehingga stok aman dan harga tidak jatuh saat panen raya,”ungkapnya.
Menurut Wurja, masuknya investasi Rp50 miliar dan rencana kerja sama dari lima calon investor lain, menunjukkan Brebes bersiap menapaki babak baru sebagai pusat industri garam modern di Indonesia.
“Investasi ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir dan menjaga kedaulatan pangan bangsa,” ungkapnya.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Brebes Tety Yuliana, mengatakan, pemkab berkomitmen penuh memberikan kemudahan dan kepastian layanan bagi para investor. Semua proses perizinan dan fasilitasi, akan dilakukan melalui sistem pelayanan terpadu satu pintu yang transparan dan efisien.
“Kami memastikan seluruh investor yang masuk ke Brebes akan mendapatkan kepastian hukum, kemudahan akses perizinan, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah. DPMPTSP siap menjadi mitra strategis, dalam setiap tahap realisasi investasi,” kata Tety.

