Longsor Cilacap, 16 Korban Ditemukan Meninggal, 7 Belum Ditemukan


Cilacap, MBGtoday.com, Tim SAR Gabungan telah menemukan 16 korban musibah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Ke-16 korban tersebut semuanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dalam operasi yang berlangsung Senin (17/11), tim gabungan mengevakuasi tiga korban dalam kondisi meninggal dunia: Nilna Nur Fauziah (9) pada pukul 08.57 WIB, Wafik Nur Aini Zahra (15) pada pukul 09.37 WIB, dan Cahyanto (57) pada pukul 09.50 WIB.

Sementara itu, masih terdapat tujuh korban yang belum ditemukan.

Operasi pencarian hari kelima korban longsor dihentikan lebih awal pada Senin (17/11) sore. Penghentian sementara dilakukan karena wilayah tersebut diguyur hujan deras yang berpotensi membahayakan tim SAR. 

“Operasi pencarian yang dimulai pukul 05.30 WIB kami hentikan sementara lebih cepat karena hujan, itu tentu sangat membahayakan,” kata SAR Mission Coordinator (SMC), M Abdullah.

Bencana tanah longsor terjadi pada Kamis (13/11), sekitar pukul 19.00 WIB, serta menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.

Longsor tersebut merusak 12 rumah serta mengancam 16 rumah lainnya di area seluas sekitar 6,5 hektare.

Material longsor menimbun permukiman dan menyebabkan penurunan tanah sedalam dua meter serta retakan sepanjang 25 meter.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan upaya modifikasi cuaca untuk mempercepat pencarian para korban hilang yang masih tertimbun material longsor.

Modifikasi cuaca itu dilakukan lantaran proses pencarian menghadapi kendala hujan dalam beberapa hari terakhir.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan mengatakan modifikasi cuaca mulai dilakukan pada Minggu (16/11) dengan melibatkan ahli dari BMKG di dalam pesawat pemantau.