886 Warga Dievakuasi ke Tempat Pengungsian
Banjarnegara, MBGtoday.com, Bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Jawa tengah mengakibatkan sekitar 30 rumah rusak.
Sebanyak 886 warga telah dievakuasi ke tempat penampungan sementara. Kajian petugas menunjukkan area longsoran masih berpotensi bergerak.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan seluruh warga Situkung dalam keadaan aman di pengungsian. Dalam tiga hari ke depan, relokasi ke hunian sementara akan mulai dilakukan.
“Hunian sementara sudah kita siapkan. Setelah itu baru hunian tetap, karena satu dusun terdampak. Ini bukan sekadar tempat tinggal, kebutuhan sandang, pangan, papan, dan pekerjaan warga harus dipikirkan bersama,” ucap Luthfi, Senin (17/11).
Saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemprov Jateng, TNI, dan Polri masih memetakan lokasi hunian sementara dan hunian tetap bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana tersebut.
Sementara itu, tim SAR gabungan masih mencari 26 warga yang belum diketahui keberadaannya.
“Kita doakan yang belum ditemukan agar segera diketemukan. Yang terpenting, semua warga harus berada di tempat aman, jangan kembali ke rumah karena kondisi tanah masih labil,” ujar gubernur.
Sejak awal bencana, Pemprov Jateng telah membagi penanganan menjadi empat klaster, yaitu klaster pengungsian untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, klaster logistik yang mengatur alur pasokan makanan dan kebutuhan pokok.
Kemudian klaster kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan darurat; dan klaster pendidikan untuk memastikan aktivitas belajar anak-anak SD, SMP, dan SMA tetap berjalan.
“Anak-anak tetap harus sekolah. Dinas Pendidikan sudah turun untuk memastikan kegiatan belajar tidak terhenti, meskipun sementara mereka berada di pengungsian,” ucap Luthfi.

