Banjir-Longsor di Sumatera Utara, 43 Warga Meninggal, 88 Hilang


Medan, MBGtoday.com, Bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut) melanda 12 kabupaten/kota. Musibah ini menelan puluhan korban jiwa.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan dari hasil pendataan terbaru terbaru, bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah ini telah menelan korban meninggal sebanyak 43 jiwa.

“Secara keseluruhan total korban bencana alam tercatat sebanyak 212 orang yang berasal dari 12 kabupaten/kota di Sumut,” ujarnya, Kamis (27/11).

Ferry mengatakan, sedangkan untuk korban luka tercatat sebanyak 81 orang, dan 88 orang lainnya masih dalam pencarian. 

Ke-12 daerah di Sumut yang mengalami banjir dan longsor, mulai dari Serdang Bedagai (Sergai), Langkat, Nias, Nias Selatan (Nisel), Mandailing Natal, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Utara (Taput), Tapanuli Selatan (Tapsel), Humbang Hasundutan (Humbahas), Padangsidimpuan, hingga Kota Sibolga.

Wilayah Pantai Barat Sumut menjadi zona paling terdampak. Tapanuli Selatan mencatat 22 kejadian dan menjadi daerah dengan korban jiwa terbanyak dengan 17 meninggal dan 73 warga terluka.
Dampak banjir dan longsor yang terjadi di Sumut membuat ribuan warga terpaksa mengungsi. "Total warga yang mengungsi sebanyak 1.168 warga,” terang Ferry.

Pemerintah pusat mengaku tengah melakukan perbaikan jalur komunikasi di area bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, hingga Aceh. Hal ini menjadi bagian dari penanganan bencana banjir yang terjadi di Sumatra.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengatakan, sudah melakukan komunikasi dengan para kepala daerah. Namun, diakui bahwa saat ini sulit untuk melakukan komunikasi karena masih terputus.

"Ada Wali Kota Langsa yang tidak mengakses daerahnya, ya karena baru kembali dari Jakarta, dan saluran komunikasi masih terputus di sana," kata Bima Arya.