Kajian BRIN Ungkap Kesiapan ASEAN Hadapi AI, Tekankan Tata Kelola dan Etika Akademik


Jakarta, MBGtoday.com, Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) di perguruan tinggi kawasan ASEAN terus berkembang, namun tingkat kesiapan dan tata kelola antarnegara menunjukkan kesenjangan signifikan. 

Hal ini terungkap dalam paparan hasil kajian sistematis yang disampaikan Periset Pusat Riset Pendidikan (Pusrisdik) BRIN, Farida Hanun.

Farida menjelaskan bahwa kesiapan adopsi AI di perguruan tinggi ASEAN tidak merata. Singapura tercatat paling matang dalam implementasi dan tata kelola, sedangkan Kamboja, Laos, dan Myanmar masih berada pada tahap awal. 

Di sisi lain, Indonesia dinilai berada pada tahap berkembang, namun belum memiliki kerangka regulasi dan tata kelola AI yang terpadu di sektor pendidikan tinggi.

Kajian yang melibatkan review 40 studi terpilih tersebut menemukan bahwa dorongan utama adopsi AI di kampus berasal dari kemudahan penggunaan, manfaat akademik, serta dukungan institusional. Meski begitu, Farida mengingatkan bahwa risiko ketergantungan mahasiswa semakin meningkat. 

“Ketergantungan muncul ketika AI tidak lagi menjadi alat bantu, tetapi mengambil alih proses berpikir mahasiswa,” ujar Farida seperti dilansir dari laman resmi BRIN, Selasa (2/12).

Selain ketergantungan, riset ini menyoroti persoalan integritas akademik seperti potensi plagiarisme berbasis AI, hilangnya rekam proses belajar, hingga kerentanan privasi dan keamanan data. Karena itu, Farida menekankan pentingnya kebijakan penggunaan AI yang etis dan bertanggung jawab. 

“Perguruan tinggi membutuhkan aturan disclosure, asesmen autentik, dan tata kelola AI berlapis agar pemanfaatannya tetap terkendali,” tegasnya.

Farida turut menyampaikan bahwa artikel ilmiah dari riset ini telah disubmit ke jurnal bereputasi tinggi. Ia mengakui progres riset berjalan baik, namun masih ditemui hambatan administratif dalam proses surat menyurat dan keuangan. 

“Ke depan sistem administrasi perlu dibuat lebih sederhana,” tambahnya.

Paparan ini menjadi bagian dari komitmen BRIN dalam mengembangkan riset pendidikan yang relevan dengan tantangan transformasi digital, sekaligus mendorong ekosistem pemanfaatan AI yang inklusif, etis, dan aman di perguruan tinggi ASEAN.