22 Korban Kebakaran Gedung Terra Drone Berhasil Diidentifikasi
Jakarta, MBGtoday.com, Insiden kebakaran di Gedung Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto No 17, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Selasa (9/12) menewaskan 22 korban jiwa.
Seluruh korban tewas merupakan karyawan Terra Drone Indonesia. Dari total korban, 15 perempuan dan 7 laki-laki.
Kepolisian sudah berhasil mengidentifikasi 22 korban yang ada. "Seluruh jasad korban dilakukan rekonsiliasi sehingga seluruh korban bisa diidentifikasi," ujar Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri Brigjen Prima Heru dalam keterangannya, Rabu (10/12).
Para korban diduga meninggal akibat menghirup gas karbondioksida (CO₂) dan asap pekat yang memenuhi lantai atas gedung saat insiden terjadi.
Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan menambahkan bahwa pemeriksaan luar oleh ahli forensik menunjukkan tanda-tanda asfiksia.
“Dari tanda-tanda ahli forensik kami bekerja, dari pemeriksaan luar, mengarah indikasi pada asfiksia karena terhirupnya asap dan gas karbondioksida tersebut,” jelasnya.
Hasil penyelidikan sementara mengindikasikan bahwa kebakaran berawal dari baterai drone yang meledak di gudang lantai 1.
Saat kejadian, sekitar 80 karyawan berada di dalam gedung karena bertepatan dengan jam makan siang. Banyak korban ditemukan di lantai 3 dan 4, tempat asap pekat terperangkap di dalam ruangan.
Terra Drone adalah perusahaan teknologi asal Jepang yang bergerak di layanan drone untuk survei udara, inspeksi infrastruktur, hingga analisis data. Didirikan pada 2016, perusahaan ini memiliki jaringan global melalui mitra dan kolaborator di berbagai negara.
Sementara itu, Kementerian Sosial RI (Kemensos) melakukan asesmen terhadap para korban kebakaran Gedung Perkantoran Terra Drone.
"Kemensos akan memastikan asesmen berjalan cepat dan tepat agar para korban dan keluarga mendapat dukungan yang diperlukan," ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya.

