Penembakan di Pantai Bondi Australia Tewaskan 16 Orang
Sydney, MBGtoday.com, Dua orang bersenjata menembak orang-orang di Pantai Bondi, Sydney, pada Minggu (14/12) dalam serangan "teroris" terhadap sebuah pertemuan untuk festival Yahudi Hanukkah.
Penembakan massal telah terjadi di Negara Bagian New South Wales (NSW), Australia, tepatnya di Pantai Bondi.
Polisi mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa 16 orang telah meninggal dan 40 orang masih dirawat di rumah sakit setelah penembakan tersebut.
Salah satu tersangka pelaku penembakan yang tewas pada hari Minggu termasuk dalam jumlah korban tersebut.
Otoritas Australia saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya ancaman lanjutan.
Hingga kini, pihak berwenang belum merilis identitas maupun kewarganegaraan para korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney menyatakan terus mencermati perkembangan situasi dan berkoordinasi erat dengan otoritas setempat untuk memastikan keselamatan WNI di wilayah tersebut.
“KJRI Sydney mengimbau WNI yang berada di wilayah NSW untuk tetap waspada, menghindari lokasi kejadian, serta mematuhi arahan dari otoritas Australia,” demikian pernyataan resmi Kemenlu RI.
Bagi WNI yang memerlukan bantuan atau memiliki informasi terkait insiden tersebut, KJRI Sydney membuka layanan darurat melalui hotline +61 434 544 478.
Perdana Menteri Anthony Albanese memuji warga biasa, seperti pria yang menangkap dan melucuti senjata salah satu pelaku penembakan, sebagai "pahlawan".
Polisi menyatakan penembakan itu sebagai "insiden teroris" dan mengatakan mereka telah menemukan dugaan "alat peledak rakitan" di sebuah kendaraan dekat pantai yang terkait dengan tersangka yang meninggal.
"Ini adalah serangan yang ditargetkan terhadap warga Yahudi Australia pada hari pertama Hanukkah, yang seharusnya menjadi hari sukacita, perayaan iman - sebuah tindakan jahat, antisemitisme, terorisme yang telah menyerang jantung bangsa kita," kata Albanese, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Dia menegaskan, serangan terhadap warga Yahudi Australia adalah serangan terhadap setiap warga Australia.

