Yoon Suk-yeol Rencanakan Darurat Militer Sejak 2023
Seoul, MBGtoday.com, Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol disebut telah mulai mempersiapkan dekret darurat militer yang diumumkannya pada 3 Desember 2024 sejak sekitar 14 bulan sebelumnya, tepatnya pada Oktober 2023.
Hal itu dingkapkan oleh tim penasihat khusus Korea Selatan, Senin (15/12). Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers bertepatan dengan berakhirnya penyelidikan selama 180 hari.
Menurut tim penasihat khusus pimpinan Cho Eun-suk, Yoon telah mempertimbangkan penerapan darurat militer sejak menjabat pada 2022 dan melakukan persiapan lebih dari satu tahun, sebelum akhirnya mengumumkan darurat militer pertama di Korea Selatan dalam hampir 40 tahun.
“Kami memastikan bahwa Yoon, Kim, dan (mantan Komandan Kontraintelijen) Yeo In-hyung melakukan operasi militer yang tidak lazim pada Oktober 2024 untuk memancing respons militer dari Korea Utara, guna memperoleh pembenaran penerapan darurat militer,” kata Cho.
Cho menuding adanya rencana memanfaatkan ancaman dari Korea Utara sebagai alasan untuk memberlakukan darurat militer.
Sejauh ini, tim penasihat khusus telah mendakwa 27 orang terkait upaya singkat penerapan darurat militer tersebut, termasuk sejumlah mantan anggota kabinet Yoon.
Sebelumnya, Yoon telah didakwa atas tuduhan memimpin pemberontakan dan penyalahgunaan kekuasaan.
Setelah tim penasihat khusus dibentuk, dakwaan terhadapnya diperluas mencakup perintangan proses hukum, membantu musuh, serta sumpah palsu.
Majelis Nasional Korea Selatan membatalkan penerapan darurat militer, sekitar enam jam setelah diumumkan pada tahun lalu. Yoon kemudian dimakzulkan dan diskors dari jabatannya pada 14 Desember.
Pada Januari, Yoon ditangkap dan didakwa memimpin pemberontakan, menjadikannya presiden pertama yang masih menjabat saat ditahan.
Setelah dibebaskan pada Maret, ia kembali ditangkap pada Juli dan hingga kini masih ditahan. Mahkamah Konstitusi secara resmi mencopot Yoon dari jabatannya pada April.

