Papan Interaktif untuk Setiap Sekolah Ditambah


Kudus, MBGtoday.com, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti mengungkapkan, pemerintah berencana menambah perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif untuk setiap sekolah.

Kebijakan ini menjadi bagian dari penguatan program digitalisasi pendidikan di Indonesia.

"Rencananya akan ada penambahan tiga unit IFP untuk masing-masing sekolah sehingga nantinya total tersedia empat unit IFP di setiap sekolah," ujar Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat meresmikan revitalisasi gedung SD Muhammadiyah 1 Kudus di Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (2/1).

Menurut dia, kehadiran fasilitas IFP akan semakin memudahkan para guru dalam proses pembelajaran. Sebab, mereka tidak lagi bergantung pada kapur tulis dan papan konvensional.

Selain itu, penggunaan papan interaktif dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih mudah dan interaktif. Dengan begitu, proses belajar semakin menyenangkan bagi para siswa.

"Pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menarik. Guru juga lebih terbantu dalam menyampaikan materi," ucap Mendikdasmen.

Ia menjelaskan, digitalisasi pendidikan merupakan salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto. Ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi di satuan pendidikan.

"Digitalisasi pendidikan ini bagian dari program prioritas Bapak Presiden untuk meningkatkan kualitas pembelajaran," ujarnya.

Di Kudus, Abdul Mu'ti mengungkapkan realisasi program revitalisasi 141 satuan pendidikan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, telah mencapai progres 100%.

"Program tersebut mencakup pembangunan dan renovasi sarana pendidikan di berbagai jenjang, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga Sekolah Luar Biasa (SLB)," terangnya.

Ia menjelaskan total dana revitalisasi untuk 141 satuan pendidikan di Kudus mencapai Rp94,41 miliar. Adapun rinciannya meliputi 9 PAUD, 71 SD, 50 SMP, enam SMA, empat SMK, dan satu SLB.

Secara nasional, kata dia, program revitalisasi sekolah pada 2025 menyasar 16.175 satuan pendidikan dengan total alokasi anggaran sebesar Rp16,9 triliun.