Riset Teknologi Proses Pangan, 4 Tahun Raih 200 Paten


Yogyakarta, MBGtoday.com, Kepala Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Satriyo Krido Wahono menyampaikan arah dan capaian riset yang dikembangkan oleh para periset di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Umar Anggara Jenie. 

Ia menjelaskan bahwa PRTPP berfokus pada riset off-farm dari pascapanen hingga keamanan produk pangan, mulai dari diversifikasi produk, pangan fungsional, hingga teknologi pengawetan dan pengemasan.

“Kami mengembangkan riset dari proses pascapanen hingga menjadi produk, termasuk aspek keamanan pangan dan halal. Saat ini terdapat 146 periset aktif yang terbagi dalam 18 kelompok riset,” jelas Satriyo.

Satriyo menambahkan, dalam empat tahun terakhir PRTPP telah menghasilkan hampir 1000 publikasi internasional, lebih dari 200 paten, serta sejumlah inovasi yang telah dilisensikan ke industri sebagai bagian dari upaya hilirisasi. 

Selain itu periset di PRTPP BRIN juga berkontribusi dalam kegiatan pendampingan BRIN seperti FIAR, PPBR, PUMI dan PKPRIM; khususnya dalam kegiatan PUMI (pendampingan UMKM) dan PKPRIM (bimbingan teknis ke masyarakat) periset PRTPP BRIN berkontribusi dalam lebih dari 50% kegiatannya.  

Dalam sesi diskusi, para periset menyampaikan aspirasi terkait penguatan fasilitas dan pengembangan teknologi strategis. 

Periset PRTPP Asep Nurhikmat menyoroti pentingnya dukungan sarana produksi untuk pengembangan pangan siaga dan pangan militer. 

“Kami ingin mendorong kembali pengembangan pangan siaga agar BRIN siap merespons kondisi darurat dengan produk yang terjangkau dan siap digunakan,” ungkap Asep.

Sementara itu, periset PRTPP Ema Damayanti menekankan perlunya penataan infrastruktur laboratorium, khususnya untuk mendukung riset mikrobiologi dan bioteknologi pangan. 

“Keterbatasan ruang dan pemisahan alat laboratorium memengaruhi efektivitas riset. Kami berharap ada penataan kembali agar riset berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Periset PRTPP lainnya, Nur Alim Bahmid, menilai penguatan fasilitas analisis dan peralatan riset sangat dibutuhkan untuk mempercepat hilirisasi teknologi kemasan dan pangan masa depan. 

“Beberapa analisis seharusnya bisa dilakukan langsung di sini agar hasil riset lebih cepat diproses dan siap dikomersialisasikan, sehingga fungsi BRIN tidak hanya sebagai penghasil teknologi namun juga sebagai penghubung teknologi dengan mitra industri” katanya.

Selain itu, periset PRTPP Bakti Berlyanto Sedayu menyoroti tingginya kebutuhan industri terhadap teknologi perpanjangan masa simpan pangan. 

“Sebagian besar permintaan dari industri adalah teknologi untuk memperpanjang umur simpan produk. Ini peluang besar bagi riset pangan BRIN untuk menghasilkan teknologi siap guna,” ujarnya.