Pemerintah Mulai Siapkan Calon Guru untuk Sekolah Rakyat, Jalani Pelatihan Sebelum Mengajar



Menteri Sosial Saifullah Yusuf berdialog dengan masyarakat dalam kunjungan di Kota Batu, Jawa Timur. (Dok.Kemensos)

Batu, MBGToday.com, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan mulai menyiapkan proses rekruitmen guru, maupun tenaga kependidikan yang lain dalam program Sekolah Rakyat. 

“Kemudian perencanaan anggaran dan pengawasan juga dimulai secara simultan. Intinya bahwa kami bersama gubernur, dengan bupati, wali Kota itu terus bekerjasama mensukseskan penyelenggaraan sekolah rakyat atas arahan Presiden,” ungkapnya saat kunjungan kerja di Kota Batu, Jawa Timur, Senin (19/5).

Setiap calon guru di Sekolah Rakyat, jelasnya, akan terlebih dahulu menjalani pelatihan peningkatan kompetensi sebelum melaksanakan tugas pembelajaran.

Teknis yang dicantumkan ini bertujuan agar kinerja para guru dalam memberikan materi pelajaran kepada para siswa siswi yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat terlaksana optimal.

Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin tak hanya menyediakan pendidikan gratis tapi juga berkualitas. Sekolah gratis berkonsep asrama ini akan mengajarkan keterampilan digital dan dikelola secara modern.

“Ke depan, akan ada pelatihan guru Sekolah Rakyat, peningkatan fitur Learning Management System, dan replikasi model ini di berbagai wilayah. Juga mungkin pertukaran atau kegiatan antarsiswa itu juga akan kita lanjutkan di masa-masa yang akan datang,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Lebih lanjut Gus Ipul menjelaskan, sekolah rakyat merupakan program prioritas nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. 

Sebagai awalan, pada tahun ajaran baru ini pemerintah akan membuka 53 sekolah rakyat di berbagai titik di Indonesia dengan daya tampung ribuan siswa. Tujuannya adalah memastikan tidak ada anak Indonesia putus sekolah dan memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tapi ruang peradaban membangun harapan, membentuk karakter, dan membuka jalan keluar dari kemiskinan. Sebab, pendidikan adalah jembatan menuju masa depan.

“Dalam istilah saya itu untuk memuliakan keluarga miskin atau miskin ekstrem, memuliakan wong cilik agar mereka juga terbawa dalam proses pembangunan lewat pendidikan yang berkualitas,” terangnya.

Selain 53 titik dengan daya tampung 3.800 siswa yang dapat dipastikan mulai dibuka pada tahun ajaran baru ini, pemerintah juga terus bekerja untuk menambah jumlah sekolah rakyat. Pada tahap awal sekolah rakyat menggunakan gedung-gedung milik Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi, maupun Kabupaten/Kota.

“Dan selebihnya nanti Presiden juga akan membangun gedung secara khusus dipersembahkan untuk sekolah rakyat yang menampung lebih dari seribu siswa. Mudah-mudahan tahun depan bisa selesai dan dengan begitu maka ke depan lebih banyak lagi beasiswa yang bisa terima di sekolah rakyat,” katanya.

Gus Ipul menambahkan, saat ini sudah ada sejumlah lokasi yang sudah disurvei oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Dari ratusan titik yang diusulkan, ada lebih dari 12 yang sudah dinyatakan memenuhi syarat dan terus ditindaklanjuti.

“Kita tidak bisa tahu angka pastinya tetapi saya kira bisa juga mendekati 100 titik mudah-mudahan di tahun 2025 ini. Tetapi terus terang ini saya belum berani menyatakan secara pasti karena semua sedang berproses. Nah yang lebih penting kami sampaikan ketika titik untuk sekolah rakyat itu dinyatakan layak, proses sarana-perasaranannya direnovasi secara simultan dan guru-guru mulai direkrut,” tandasnya.