Jaga Baya Tutup Patlikuran, Rumdin Wali Kota Jadi Panggung Seni Warga
Salatiga, MBGtoday.com, Suasana meriah kembali menyelimuti Rumah Dinas Wali Kota Salatiga pada Sabtu (24/1) malam.
Rangkaian kegiatan Patlikuran perdana resmi ditutup dengan sarasehan budaya dan berbagai penampilan dari sanggar-sanggar seni di Kota Salatiga.
Hadir bersama istri, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan meyakini bahwa Kota Salatiga memiliki potensi besar, khususnya di bidang seni dan budaya. Ia menegaskan komitmennya untuk memberikan ruang bagi para pelaku seni dari berbagai kalangan.
“Saya berupaya agar seluruh komunitas seni dan budaya, baik anak-anak maupun dewasa, mendapat ruang dan kesempatan untuk tampil serta memamerkan karya," ungkap Robby.
Dia pun mengajak semua untuk menjadikan rumah dinas wali kota ini sebagai tempat berkarya dan berseni.
"Patlikuran bukan milik siapa-siapa, melainkan milik seluruh warga Kota Salatiga. Mari bersama-sama merawat dan mengembangkan seni budaya Salatiga,” ujarnya.
Ketua Panitia Patlikuran Wido Purwadi menyampaikan bahwa kemeriahan acara ini tidak lepas dari gagasan inovatif Wali Kota untuk menghidupkan kembali Rumah Dinas Wali Kota sebagai ruang aktivitas budaya.
“Hari ini merupakan Patlikuran perdana dan selanjutnya akan diselenggarakan setiap bulan. Kami berharap kegiatan ini menjadi media dan ruang bagi para pecinta maupun pelaku seni untuk berekspresi," jelasnya.
Kata Wido, tidak perlu menunggu, karena Salatiga memiliki gedung mewah.
"Tempat ini bisa kita manfaatkan untuk pentas. Malam ini kita tutup dengan ‘Jaga Baya’ atau Jagongan Bareng Babakan Budaya, yang juga merupakan gagasan Bapak Wali Kota. Beliau sangat memberi perhatian pada kemajuan budaya di Salatiga,” jelasnya.
Beragam penampilan seni turut memeriahkan acara, di antaranya alunan musik dari Keroncong Gita Kharisma, Tari Salatiga Tangguh oleh Sanggar Seni Sakuntala, Tari Tepak-Tepak Putri dari Sanggar Seni Bima Salatiga.
Adapula, Tari Golek Manis oleh Sanggar Tari Brahmastra, Tari Soroting Lintang oleh SMA Negeri 1 Salatiga, Tari Kenyo Kediri oleh SMP Negeri 2 Salatiga, serta Seni Pantomim dari Sanggar Seni Semut Geni.

