KSAL Benarkan 23 Prajurit Marinir Jadi Korban Longsor Cisarua, 4 Gugur, 19 Hilang
Jakarta, MBGtoday.com, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali membenarkan bahwa 23 prajurit Marinir TNI AL menjadi korban bencana longsor yang terjadi di Jawa Barat saat menjalani latihan pra-tugas.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Soreang, Jawa Barat, ketika para prajurit tengah mengikuti latihan sebelum diberangkatkan untuk pengamanan perbatasan RI-Papua Nugini (PNG).
Ali mengatakan, hingga saat ini, tim gabungan baru menemukan empat prajurit dalam kondisi meninggal dunia.
“Saat ini sudah diketemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia dan lain belum ditemukan, masih diadakan upaya pencarian terus,” ujar KSAL.
Ali menerangkan, proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala, terutama akibat cuaca buruk dan kondisi medan yang sulit dijangkau alat berat.
Meski demikian, TNI AL memastikan upaya pencarian tetap dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pendukung.
“Tapi, ini akan kita laksanakan pencarian dengan teknologi dengan drone dan thermal dan anjing pelacak,” jelasnya.
Ali menjelaskan, keberadaan prajurit Marinir di lokasi kejadian berkaitan dengan pelaksanaan latihan pra-penugasan.
Dia menambahkan, hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama hampir dua hari diduga kuat menjadi pemicu terjadinya longsor.
“Dan saat itu kondisi hujan lebat selama hampir 2 malam hujan terus mungkin itu mengakibatkan longsor dan itu menimpa satu desa kebetulan ada prajurit kita yang sedang berlatih di sana,” terangnya.

