Pertumbuhan Industri Tak Boleh Korbankan Lingkungan
Jakarta, MBGtoday.com, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Putri Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya kepatuhan industri terhadap pengelolaan lingkungan hidup, khususnya limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Saat Komisi XII mengunjungi PT Saka Energy di Gresik serta menggelar pertemuan dengan Petrokimia Gresik dan Wilmar Nabati, tim menyoroti upaya industri menjaga keberlanjutan lingkungan di tengah ekspansi usaha, terutama dalam pengelolaan limbah dan pemenuhan standar baku mutu lingkungan.
“Fungsi pengawasan kami memastikan industri tetap bertumbuh, tetapi tidak mengorbankan lingkungan hidup. Pengelolaan limbah, terutama limbah B3, harus dilakukan secara tepat dan sesuai peraturan perundang-undangan,” tegas Putri dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/2).
Selain aspek lingkungan, Komisi XII DPR RI juga mendalami pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan pemberdayaan masyarakat.
Putri menekankan bahwa kehadiran industri harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi ekonomi, pelatihan, maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Dari hasil kunjungan, Putri mengapresiasi capaian sejumlah perusahaan. PT Saka Energy telah meraih Proper Hijau dan tengah berupaya menuju Proper Emas, sementara Petrokimia Gresik mempertahankan Proper Emas selama empat tahun berturut-turut serta memiliki peta jalan menuju net zero emission.
Meski demikian, Komisi XII DPR RI memberikan catatan penting agar perusahaan terus menjaga kepatuhan terhadap baku mutu udara, baku mutu air, serta indikator lingkungan lainnya. Pengelolaan limbah B3 dan sampah, termasuk mekanisme penanganan di tempat penampungan sementara hingga kerja sama dengan pihak ketiga, juga menjadi perhatian khusus.
“Isu limbah dan sampah saat ini menjadi tantangan nasional. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh proses pengelolaan limbah industri berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan maupun masyarakat,” tandasnya.

