Angkutan Lebaran, Jawa Tengah Menjadi Tujuan Favorit Pertama
Semarang, MBGtoday.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diminta terus menguatkan koordinasi dan kolaborasi dalam arus mudik maupun balik Lebaran 2026.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, provinsi ini menjadi simpul terpadat dalam setiap arus mudik maupun balik Lebaran.
“Ini dari tahun ke tahun, karena yang akan ke Jawa Timur misal dari Jakarta harus melintas Jawa Tengah. Atau yang dari Jawa Timur menuju Jawa Barat juga melintasi Jawa Tengah. wilayah ini juga menjadi titik lintasan utama pergerakan masyarakat di Pulau Jawa,” ungkapnya.
Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026 yang dilakukan Kementerian Perhubungan, Jawa Tengah menjadi provinsi tujuan favorit pertama nasional dengan perkiraan 38,71 juta orang bergerak. Di sisi lain, provinsi ini juga termasuk daerah asal utama dengan potensi pergerakan 16,57 juta orang.
Atas dasar itu, menurut Sarif, Pemprov harus melakukan koordinasi sekaligus kolaborasi dengan pemerintah pusat maupun kabupaten/kota.
“Karena ini menjadi kunci agar penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan aman, selamat, lancar, dan terkendali,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Kakung, sapaan akrab Sarif Abdillah, terdapat sejumlah titik rawan yang perlu diantisipasi selama masa mudik maupun balik.
“Mulai dari potensi kemacetan di kawasan wisata, perlintasan sebidang, hingga titik rawan bencana seperti banjir maupun longsor,” terang Kakung.
Jawa Tengah, jelas Kakung, memiliki peran sentral dalam menjaga kelancaran pergerakan di Pulau Jawa selama arus mudik maupun balik.
“Di sini tentu butuh kesiapan infrastruktur dan manajemen simpul transportasi yang menjadi faktor penentu,” jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Kakung menjelaskan, sejumlah jalan di Jawa Tengah yang menjadi kewenangan pemerintah pusat saat ini tengah dalam perbaikan. Begitu pula dengan sejumlah titik rel kereta api yang sebelumnya terkena banjir.
“Dengan koordinasi dan kolaborasi ini, maka semua bisa diambil Langkah-langkah terukur. Sehingga arus mudik dan balik bisa benar berjalan lancar,” tegasnya.

