Teknologi Jadi Kunci Pengembangan Hortikultura
Semarang, MBGtoday.com, Penerapan teknologi pertanian menjadi kunci utama dalam mendorong pengembangan hortikultura di Jawa Tengah yang produktif sekaligus mensejahterakan petani.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi fondasi penting agar kegiatan berkebun tidak lagi dilakukan secara konvensional.
"Lebih dari itu, bisa melalui pendekatan presisi yang mampu meningkatkan kualitas hasil dan efisiensi biaya produksi," ungkapnya.
Kakung, sapaan akrab Sarif mencontohkan adanya teknologi untuk mengetahui karakteristik tanah. Dengan fasilitas ini, kandungan dan karakteristik tanah dapat diketahui secara langsung.
"Sehingga bisa segera dilakukan identifikan, seperti tanaman apa yang layak, maupun kebutuhan pupuk yang diperlukan," sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Teknologi ini, kata Kakung, membuat petani memahami kondisi lahannya secara ilmiah.
"Dengan demikian, penggunaan pupuk dan sarana produksi lainnya dapat disesuaikan secara presisi, menghindari pemborosan, sekaligus menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang," terang legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Kakung menambahkan, Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam hortikultura. Beragam komoditas seperti sayuran maupun buah-buahan sudah menjadi andalan untuk menjaga pasokan nasional.
"Misalnya di akhir 2025 lalu, Brebes mencatatkan diri sebagai daerah tertinggi produksi bawang merah yang mencapai 402.097 ton, setara luas panen 27.787 hektar. Ini 18,4% produksi nasional atau 69% produksi Jateng," jelasnya.
Apabila pemanfaatan teknologi pertanian ini dapat diterapkan secara masif dan didukung kebijakan yang tepat, maka sektor hortikultura berpotensi menjadi penggerak ekonomi keluarga petani sekaligus semakin memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Teknologi pertanian yang tepat akan meningkatkan nilai tambah dan memastikan pertanian benar-benar menjadi sumber kesejahteraan bagi petani," tandasnya.

