Kualitas dan Standardisasi Guru Harus Jadi Perhatian


Jakarta, MBGtoday.com, Anggota Komisi X DPR RI, Agung Widiyantoro, menegaskan pentingnya perhatian serius terhadap sektor pendidikan nasional. 

Menurutnya, masih banyak persoalan yang menjadi pekerjaan rumah bersama apabila Indonesia ingin mencapai peradaban yang maju dan sejahtera.

"Ternyata masih banyak persoalan yang menjadi PR kita bersama, jika kita ingin meraih peradaban yang baik,” ujar Agung dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/2).

Agung menekankan bahwa cita-cita Indonesia Maju dan Indonesia Sejahtera hanya dapat terwujud apabila sektor pendidikan mendapatkan perhatian khusus. 

Perhatian tersebut, lanjutnya, tidak hanya dari sisi kebijakan, tetapi juga dari aspek politik anggaran.

“Pendidikan harus mendapatkan perhatian dari sisi politik anggaran, dari kebijakan-kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan guru, ketersediaan sarana dan prasarana, serta fasilitas pendidikan yang memadai,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kurikulum berbasis kompetensi agar lulusan memiliki daya saing yang kuat. 

Menurutnya, output pendidikan harus mampu bersaing tidak hanya antar daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional.

“Bagaimana kurikulum memiliki basis kompetensi, sehingga output anak-anak kita memiliki kemampuan yang bisa dibandingkan bukan hanya antar daerah, tetapi juga secara nasional dan internasional,” tambahnya.

Agung turut mengkritisi pola penetapan kebutuhan guru yang selama ini dinilai masih bersifat top down. 

Menurutnya, Indonesia belum memiliki norma dan standarisasi yang jelas mengenai kebutuhan ideal seorang guru agar dapat menghasilkan kualitas pendidikan yang optimal.

“Selama ini pola penetapan kebutuhan guru cenderung top down. Kita belum punya norma dan standarisasi yang jelas, berapa kebutuhan ideal agar kita bisa mendapatkan guru yang berkualitas,” ungkapnya.

Agung meyakini bahwa kualitas guru menjadi kunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Jika guru berkualitas dapat terpenuhi secara sistematis dan terstandar, maka output pendidikan pun akan meningkat.

“Kalau gurunya berkualitas, saya yakin output pendidikan juga akan berkualitas. Pada ujungnya kita akan mendapatkan anak-anak yang pintar, memiliki kemampuan dan daya saing,” tutup Politisi Fraksi Partai Golkar ini