Selat Hormuz Kacau, Pengiriman Minyak Global Terhenti
Teheran, MBGtoday.com, Sejumlah perusahaan minyak internasional dan perusahaan dagang terkemuka dilaporkan telah menangguhkan seluruh aktivitas pengiriman bahan bakar melalui Selat Hormuz.
Penangguhan ini merupakan dampak langsung dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan menyasar aset-aset strategis di sekitar Teluk, Sabtu (28/2).
Kelompok-kelompok proksi di kawasan tersebut juga dilaporkan meningkatkan aktivitas pengintaian dan serangan terhadap kapal-kapal yang berafiliasi dengan negara-negara yang berkonflik.
Penangguhan ini diambil guna menghindari risiko keamanan menyusul rangkaian serangan udara dan laut yang melibatkan kekuatan besar di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, para pelaku industri energi memilih untuk menahan armada kapal tanker mereka di posisi aman hingga situasi dinyatakan kondusif.
Ketidakpastian mengenai jaminan keamanan maritim di jalur perdagangan tersibuk dunia ini memicu kekhawatiran akan terjadinya lonjakan harga minyak mentah secara global.
Selat Hormuz merupakan titik sumbat (choke point) paling krusial bagi industri energi global.
Jalur air sempit yang membentang di antara Semenanjung Arab dan Iran ini menjadi pintu keluar masuk bagi sekitar 20 juta barel minyak mentah dan berbagai jenis bahan bakar lainnya setiap hari.
Volume tersebut mewakili sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia. Gangguan sekecil apa pun di wilayah ini dapat memicu efek domino yang mengancam stabilitas ekonomi di berbagai belahan bumi, mulai dari kenaikan biaya logistik hingga kelangkaan pasokan energi di negara-negara pengimpor.

