Ajudan, Panglima ABRI, lalu Wakil Presiden
Jakarta, MBGtoday.com, Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh penting dalam sejarah politik dan militer nasional.
Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia, Senin (2/3).
Try Sutrisno dikenal sebagai figur militer yang meniti karier panjang dari lapangan hingga pucuk pimpinan ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).
Setelahnya, pria kelahiran 15 November 1935 ini dipercaya mendampingi Presiden Soeharto sebagai Wakil Presiden pada periode 1993-1998.
Dikutip dari laman resmi Pusat Penerangan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI), Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935.
Karier militernya dimulai saat ia diterima sebagai taruna Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 1956, ketika berusia 21 tahun.
Namun baru satu tahun menjalani pendidikan, Try sudah diterjunkan ke medan tugas. Ia mengawali pengabdiannya sebagai prajurit dengan terlibat dalam operasi penumpasan Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).
Setelah Soeharto menjadi Presiden ke-2 RI pada 1968, karier Try Sutrisno terus berkembang.
Pada 1974, ia dipercaya menjadi ajudan Presiden Soeharto. Penugasan itu menjadi titik penting dalam perjalanan karier militernya, hingga kemudian menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (1986-1988).
Try Sutrisno akhirnya mencapai puncak karier militer pada tahun 1988, ketika ia ditunjuk sebagai Panglima ABRI untuk menggantikan L.B. Moerdani.
Try Sutrisno menikahi seorang guru kelahiran Bandung bernama Tuti Sutiawati dan dikaruniai 7 orang anak.

