Inspektorat Harus Menjadi Benteng Pertama dalam Pencegahan Korupsi
Semarang, MBGtoday.com, Jajaran Inspektorat tingkat provinsi maupun kabupaten/ kota di Jawa Tengah, harus menjadi benteng pertama dalam pencegahan korupsi.
Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di sela Pengarahan Pengawasan Antikorupsi Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, di Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Selasa (31/3).
Dia menekankan, sebagai Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP), Inspektorat dituntut memiliki kapasitas dan integritas yang jauh melampaui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
“Integritas jajaran inspektorat itu harus lebih baik, karena mereka yang mengoreksi dan jadi contoh OPD,” kata Sumarno.
Sekda mengibaratkan, peran Inspektorat layaknya Satuan Pengawas Internal (SPI) dalam sebuah korporasi. Karena berada langsung di dalam sistem pemerintahan, maka Inspektorat seharusnya menjadi pihak pertama yang mendeteksi aroma penyimpangan sebelum berkembang menjadi kasus hukum.
“Karena berada di dalam, informasi yang ada harus direspons cepat. Jika ada hal yang tidak sesuai ketentuan, cegah lebih awal agar tidak terjadi (tindak pidana korupsi),” bebernya.
Lebih lanjut, Sekda menyoroti tantangan berat yang dihadapi Inspektorat saat ini. Menurutnya, mustahil seorang pengawas bisa memberikan koreksi atau nasihat jika tidak menguasai persoalan dengan mendalam.
“Tantangannya tidak ringan. Untuk membina dan mengoreksi OPD, Inspektorat harus jauh lebih pintar dan lebih tahu daripada yang diawasi,” tambahnya.
Sumarno juga menekankan kepada inspektorat di kabupaten/ kota agar berani memitigasi risiko dan menyampaikan temuan indikasi pelanggaran seandainya dilakukan oleh kepala daerahnya.
Kehadiran tim KPK dalam kegiatan itu diharapkan mampu memberikan pencerahan, serta memperkuat mentalitas antikorupsi di lingkungan inspektorat.
Sumarno berharap, penguatan integritas ini menjadikan Inspektorat sebagai teladan bagi instansi lain di lingkungan Pemerintah Daerah.
“Integritas teman-teman Inspektorat harus jauh lebih tinggi dibanding OPD lain, karena mereka adalah contoh. Mereka yang mengoreksi, maka mereka yang harus menjadi teladan,” tandasnya.

