Heboh Lagi! Ada Varian Covid-19 Cicada


Jakarta, MBGtoday.com, Varian baru COVID-19 kembali menjadi sorotan global. Kali ini, varian BA.3.2 dari virus SARS-CoV-2 ramai diperbincangkan dan dijuluki “cicada”. 

Julukan tersebut muncul karena kemunculannya yang sempat “tersembunyi” sebelum akhirnya kembali menyebar luas, mirip dengan siklus kemunculan serangga cicada.

Varian itu juga masuk dalam daftar varian yang dipantau secara ketat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Varian Cicada diketahui memiliki kemampuan mutasi yang sangat tinggi yang setidaknya sudah memiliki 75 mutasi. 

Perhatian terhadap varian ini meningkat setelah dilaporkan dalam Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR) oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada 19 Maret 2026.

Meski bukan varian baru sepenuhnya, BA.3.2 pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada November 2024. Namun, sepanjang 2025 varian ini relatif tidak banyak diperhatikan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan BA.3.2 sebagai variant under monitoring (VUM) sejak 12 Mei 2025. Artinya, varian ini masih dalam tahap pemantauan ketat.

Dalam evaluasi risiko awal, WHO menyatakan bahwa berdasarkan bukti saat ini, BA.3.2 belum menunjukkan risiko kesehatan masyarakat yang lebih tinggi dibandingkan varian Omicron lainnya.

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa situasi Covid-19 di Indonesia masih terkendali. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menyebut varian yang beredar saat ini memiliki risiko rendah.

Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penularan Covid-19 Cicada di masa mendatang.