Perundingan Iran-Amerika Serikat Gagal Hasilkan Kesepakatan
Islamabad, MBGtoday.com, Perundingan antara Iran dengan Amerika Serikat di Pakistan gagal membuahkan kesepakatan.
Menurut Teheran, penyebabnya adalah tuntutan yang tidak masuk akal dari Amerika.
Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Wakil Presiden AS JD Vance, yang memimpin delegasi Amerika, mengatakan bahwa mereka meninggalkan Islamabad dengan "tawaran terakhir dan terbaik" Amerika.
"Kita akan lihat apakah Iran menerimanya," kata JD Vance kepada wartawan setelah negosiasi.
Iran menuding delegasi AS, yang dipimpin Wapres JD Vance, meminta tuntutan-tuntutan tak masuk akal. Satu sisi, Vance menyebut Iran tak mau menerima persyaratan-persyaratan AS.
Pembicaraan di Islamabad merupakan pertemuan langsung pertama antara AS dan Iran sejak Revolusi Iran.
Dalam perundingan ini, Amerika dipimpin Wakil Presiden AS JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner.
Adapun dari Iran, ada Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.
Perundingan ini dimaksudkan untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan di Timur Tengah.
Perundingan dimulai hari Sabtu setelah AS dan Iran sepakat gencatan senjata selama dua pekan.
"Delegasi Iran bernegosiasi terus menerus dan intensif selama 21 jam untuk melindungi kepentingan nasional rakyat Iran; terlepas dari berbagai inisiatif dari delegasi Iran, tuntutan yang tidak masuk akal dari pihak Amerika mencegah kemajuan negosiasi. Dengan demikian, negosiasi berakhir," tulis lembaga penyiaran negara Iran.

