Kasus Kematian Mahasiswi PPDS Undip Bergulir ke Pengadilan
Para tersangka kasus kematian mahasiswi PPDS Undip saat diserahkan ke Kejaksaan. (IST)
Semarang, MBGToday.com, Pengadilan Negeri (PN) Semarang akan segera menyidangkan para terdakwa dalam kasus kematian mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Aulia Risma Lestari.
Saat ini, pengadilan telah menerima pelimpahan berkas perkara dari Kejaksaan.
Juru bicara PN Semarang Haruno Patriadi mengatakan, pelimpahan berkas perkara terdiri dari tiga terdakwa. “Ada tiga berkas yang dilimpahkan ke pengadilan,” ungkapnya, Selasa (20/5).
Ketiga terdakwa yang akan diadili dalam kasus pemerasan atau pengancaman tersebut masing-masing Kepala Prodi Anestesiologi FK Undip Semarang Taufik Eko Nugroho, Kepala Staf Medis Prodi Anestesiologi FK Undip Semarang Sri Maryani, serta dokter senior dalam program PPDS Undip Semarang Zara Yupita Azra.
Selanjutnya, kata Haruno, Ketua PN Semarang akan menunjuk majelis hakim yang akan menyidangkan perkara itu serta menjadwalkan persidangannya.
Sebelumnya, kasus kematian mahasiswi PPDS Undip Semarang Aulia Risma Lestari yang ditangani Polda Jawa Tengah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Semarang. Kejaksaan kemudian menahan ketiga tersangka yang selama penyidikan di kepolisian tidak ditahan.
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang Candra Saptaji menyebut penuntut umum memiliki alasan subjektif maupun objektif menahan para tersangka.
“Ancaman pidana di atas lima tahun menjadi alasan dilakukan penahanan, selain para tersangka dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak barang bukti, atau mengulangi perbuatannya,” jelasnya.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan atau Pasal 378 KUHP tentang penipuan atau Pasal 335 KUHP tentang pemaksaan.

