Balas Dendam Jadi Motif 2 Pelaku Tikam Nus Kei


Maluku, MBGtoday.com, Polisi mengungkap pengakuan tersangka penikaman Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. 

Kedua tersangka mengaku dendam dengan Nus Kei lantaran korban diyakini otak dibalik pembunuhan saudara kedua pelaku atas nama Fenansius Wadanubun alias Dani Holat.

"Motif pelaku adalah balas dendam. Kedua pelaku dendam karena korban Nus Kei adalah otak dibalik pembunuhan saudara kedua pelaku," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, Senin (20/4).

Menurut tersangka, kejadian pembunuhan terhadap saudara kedua pelaku diakui terjadi pada tahun 2020 di Bekasi. Pelaku mengungkap, kejadian itu di samping Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi.

Pengakuan pelaku, ujar Kabid Humas, juga menyatakan bahwa dendam menjadi motif di balik penikaman tersebut karena antara pelaku dengan korban saling mengenal.

“Iya (mereka saling mengenal),” ungkapnya.

Nus Kei tewas ditikam oleh orang tak dikenal di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku Tenggara pada Minggu (19/4) sekitar pukul 11.25 WIT. 

Akibat kejadian tersebut, korban yang mengalami luka tusuk sempat dibawa ke RSUD Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT sebelum akhirnya dilaporkan meninggal dunia tak lama kemudian.

Ketua DPD Golkar Maluku, Umar Ali Lessy, insiden penikaman yang menewaskan Nus Kei merupakan pelanggaran hukum yang tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Untuk itu, ia meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan mengungkap motif di balik insiden yang terjadi. 

“Meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini, menangkap pelaku serta mengungkap motif di balik kejadian tersebut secara transparan dan profesional,” tandasnya.