Perkuat Antisipasi Dampak Iklim terhadap Komoditas Kopi dan Cengkeh
Temanggung, MBGtoday.com, Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) terus melakukan langkah antisipatif dan penanganan menyusul adanya tekanan pada sektor perkebunan, khususnya komoditas kopi dan cengkeh.
Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura DKPPP Kabupaten Temanggung, Sumarno, menyampaikan, produksi kopi pada 2026 diperkirakan mengalami penurunan akibat pengaruh kondisi iklim pada tahun sebelumnya.
“Fenomena kemarau basah saat fase pembungaan menyebabkan banyak bunga kopi rontok. Dampaknya, produksi tahun ini diperkirakan turun sekitar 15–20 persen dari capaian tahun lalu yang mencapai 9.600 ton,” terangnya, Rabu (22/4).
Selain kopi, komoditas cengkeh juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Saat ini, tanaman cengkeh di Temanggung menghadapi serangan penyakit Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC) yang berpotensi menurunkan produktivitas.
Menurut Sumarno, penyakit tersebut menyerang jaringan pembuluh tanaman hingga menyebabkan kematian pohon secara bertahap.
“Ini menjadi kendala utama di lapangan, karena banyak tanaman mati akibat serangan dari dalam batang,” jelasnya.
Berdasarkan data statistik perkebunan, luas lahan cengkeh di Temanggung tercatat mencapai 208,53 hektare dengan produksi 56,72 ton.
Namun demikian, angka tersebut berpotensi menurun apabila penyebaran penyakit tidak segera dikendalikan. Untuk wilayah utara, luas lahan cengkeh aktif diperkirakan sekitar 25 hektare.
Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui DKPPP terus mendorong berbagai upaya penanganan, di antaranya rehabilitasi lahan melalui penanaman ulang, pengendalian penyakit dengan metode ramah lingkungan, serta pemangkasan tanaman yang terinfeksi.
Selain itu, petani juga didorong untuk melakukan diversifikasi tanaman guna menjaga stabilitas pendapatan.
Pemerintah berharap langkah-langkah tersebut mampu menjaga keberlanjutan sektor perkebunan sekaligus melindungi kesejahteraan petani di tengah tantangan perubahan iklim global dan serangan penyakit.

