Gerakan Ayah Teladan, Upaya Perkuat Ketahanan Keluarga Berbasis Nilai Keagamaan
Jakarta, MBGtoday.com, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag terus mendorong peran ayah dalam keluarga melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) berbasis nilai-nilai agama.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan keluarga, mencegah kekerasan dalam rumah tangga, serta membangun generasi yang berakhlak dan berdaya saing.
Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis M. Hanafi, menegaskan bahwa GATI bukan sekadar program edukasi keluarga, melainkan gerakan moral dan sosial yang menempatkan ayah sebagai pilar utama dalam pembinaan keluarga.
“Dalam perspektif Islam, ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik nilai, penjaga akhlak, pelindung keluarga, dan teladan dalam kehidupan sosial," ujar Muchlis, Rabu (29/4).
Karena itu, jelasnya, penguatan peran ayah merupakan bagian penting dalam membangun keluarga yang sakinah dan masyarakat yang harmonis.
Ia menjelaskan, implementasi GATI akan dilakukan melalui integrasi materi ke dalam berbagai layanan keagamaan, seperti bimbingan perkawinan, penyuluhan agama Islam, majelis taklim, serta khutbah tematik di masjid.
Selain itu, penyuluh agama akan didorong menjadi motor penggerak di tingkat akar rumput melalui pembentukan kelas-kelas ayah dan pendampingan keluarga.
Langkah ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan sosial yang dihadapi keluarga Indonesia saat ini.
Angka perceraian masih relatif tinggi, kasus kekerasan dalam rumah tangga dan terhadap anak masih menjadi perhatian serius, serta masih adanya anak yang tumbuh tanpa keterlibatan ayah secara optimal.
Di sisi lain, perkembangan teknologi digital juga menghadirkan tantangan baru dalam pola pengasuhan keluarga.
“Anak-anak kita hari ini tidak hanya membutuhkan ayah yang hadir secara fisik dan ekonomi, tetapi juga ayah yang hadir secara emosional, spiritual, dan edukatif. Kehadiran ayah dalam kehidupan anak merupakan faktor penting dalam membentuk karakter, ketahanan mental, dan masa depan mereka,” tambahnya.
Lebih lanjut, Muchlis menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat implementasi GATI. Dalam hal ini, Kementerian Agama telah menyiapkan berbagai bahan literasi dan buku panduan GATI berbasis nilai-nilai keagamaan, serta akan bersinergi dengan berbagai kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem keluarga yang sehat, harmonis, dan religius.
Selain pendekatan kelembagaan, GATI juga akan diperkuat melalui kampanye publik berbasis media digital dengan narasi yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, sehingga pesan tentang pentingnya peran ayah dapat diterima secara luas dan mendorong perubahan perilaku nyata.
“Gerakan Ayah Teladan Indonesia harus menjadi gerakan bersama. Dari rumah, masjid, majelis taklim, hingga ruang digital, kita ingin menghadirkan sosok ayah yang tidak hanya memberi, tetapi juga membimbing dan memberi teladan,” tegasnya.
Melalui GATI, Kementerian Agama berharap dapat berkontribusi dalam membangun keluarga Indonesia yang kuat sebagai fondasi utama bagi terciptanya masyarakat yang damai, berkeadaban, dan berdaya tahan di tengah berbagai tantangan zaman.

